Nyamar Jadi Wartawan, Pencopet di Munas NU Berhasil Ditangkap

Pelaku saat dimintai keterangan oleh petugas dan Kartu Pers yang diamankan Polisi. Foto: Istimewa

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kedatangan Presiden Jokowi dalam Munas NU di Ponpes Miftahul Huda Al Azhar Kota Banjar menyedot perhatian banyak warga. Namun, kesempatan membludaknya pengunjung maupun peserta Munas justru dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil barang milik orang lain.

Riska, salah satu korban asal Cipari Kabupaten Cilacap, mengatakan, dirinya kehilangan satu buah handphone Samsung J2 saat  menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Saat itu kondisi warga sedang berdesak-desakan untuk melihat orang nomor satu ini.

“Ketika Pak Presiden sudah masuk panggung, warga yang di luar masih berdesak-desakan. Nah saat itu, handphone saya tiba-tiba sudah tidak ada. Saya pun langsung mencarinya dan bertanya ke pihak keamanan, namun handphone saya belum ditemukan,” katanya kepada HR Online, Rabu (27/02/2019).

Saat dirinya ke Polsek, lanjut Riska, dirinya mendapat informasi pelaku sudah diamankan kepolisian setelah tertangkap basah hendak beraksi.

“Saya sudah lapor, tapi ponsel saya belum ada kabar selanjutnya. Mudah-mudahan saja bisa ketemu,” jelasnya.

Tak hanya Riska, warga lainnya asal Padaherang yang bernama Imdad juga menjadi korban pencopetan. Ia kehilangan handphone seharga Rp 13 juta saat kondisi sekitar lokasi Munas NU ramai.

“HP saya disimpan didalam tas. Namun saat akan menghubungi keluarga, ternyata sudah tidak ada. Saya pun langsung berusaha untuk mencari pelaku, pasalnya ada informasi sudah ketangkap,”  jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku pencopetan sebelumnya menyamar sebagai wartawan, bahkan sempat meminta ID peliputan kunjungan Presiden ke panitia bidang media. Pelaku yang diduga berjumlah dua orang tersebut mengaku berasal dari Bandung. Meskipun sempat memaksa mendapatkan ID, namun panitia tidak memberikannya. Sementara itu, pencopet tersebut berhasil ditangkap Banser saat akan beraksi yang kemudian diserahkan ke Kepolisian. (Muhafid/R6/HR-Online)