Pesilat Nagawiru Ciamis Digenjot Kuasai Jurus Tunggal Baku

Perguruan Pencak Silat Nagawiru Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, menggenjot anak didiknya menguasai Jurus Tunggal Baku. Foto : Eji Darsono/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Perguruan Pencak Silat Nagawiru Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, menggenjot anak didiknya menguasai Jurus Tunggal Baku. Hal itu dilakukan dalam rangka menghadapi kompetisi pencak silat tingkat kecamatan.

Maman, pelatih Pencak Silat, ketika ditemui Koran HR, Senin (25/02/2019), menjelaskanbahwa dalam suatu pertandingan pencak silat, kemenangan seorang pesilat ditentukan oleh banyak hal. Baik dari kebenaran gerak maupun kemantapan penghayatan dan stamina. Kebenaran gerak itu sendiri terdiri dari gerakan, urutan gerakan dan jurus.

“Sehingga untuk anak didik yang mau ikut kompetisi, digenjot mengikuti latihan, yang difokuskan pada Jurus Tunggal Baku,” katanya.

Dalam pencak silat, kata Maman, jurus kategori tunggal merupakan rangkaian gerakan jurus pencak silat seni tunggal yang terdiri dari jurus tangan kosong, jurus senjata golok dan jurus senjata tongkat.

“Jurus tunggal baku itu sendiri diperagakan menurut urutan gerak, kebenaran rincian tehnik jurus tangan kosong dan bersenjata,” katanya.

Irin, pelatih lainnya, menambahkan, ditingkatkannya kegiatan latihan ditujukan agar para atlet atau pesilat yang akan ikut lomba tidak hanya menguasai jurus yang diajarkan. Akan tetapi, bisa mengetahui hukuman atas berbagai kesalahan dan penilaian kebenaran.

Menurut Irin, hukuman atas berbagai kesalahan seperti waktu, keluar garis, pakaian dan mengeluarkan suara. Sedangkan nilai kebenaran mencakup dari kebenaran gerak dalam setiap jurus, kebenaran urutan gerakan dan kebenaran urutan jurus.

“Sedangkan nilai kemantapan mencakup kemantapan gerak, kemantapan irama gerak, kemantapan penghayatan gerak dan kemantapan tenaga dan stamina. Untuk para pesilat , semua itu harus dikuasainya. Terlebih untuk yang akan mengikuti kompetisi,” katanya.

Penasehat Perguruan Pencak Silat Nagawiru, KH. Muhtar Gozali, menjelaskan, adanya peningkatan latiahan tidak semata-mata karena akan ikut berkompestisi. Akan tetapi untuk membentuk dan mendidik kader-kader bangsa agar memiliki sikap ksatria, berani membela kebenaran dan keadilan, disiplin yang tinggi serta tanggung jawab lahir dan batin.

Selain itu, kata Muhtar, membentuk masyarakat berjiwa sehat, berpikir cerdas dan berprestasi. Perguruan Pencak Silat ini merupakan wadah generasi muda-mudi yang mempunyai hobi olahraga bela diri, sehingga bakat dan minatnya tersalurkan.

“Sekaligus mendidik generasi muda agar tidak terjerumus pergaulan bebas,” katanya.

Muhtar menambahkan, tujuan lainnya tidak lain untuk mendorong dan menggerakan masyarakat agar lebih memahami dan menghayati langsung hakikat dan manfaat olah raga beladiri pencak silat. (Dji/Koran HR)

KOMENTAR ANDA