Duh! Petani Cabai Ciamis Merugi

Petani Cabai Ciamis Merugi

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Tingginya curah hujan dan kondisi cuaca yang tidak stabil membuat tanaman cabai merah di Dusun Cogreg dan Dusun Kalapa, Desa Mekarbuana, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, diserang hama patek dan busuk batang.

Akibat serangan hama patek dan busuk batang, daun tanaman cabai merah menjadi layu serta buahnya menjadi busuk dan kering. Petani setempat pun merugi lantaran anjloknya harga dan rendahnya jumlah produksi.

Udin, petani cabai merah, ketika ditemui Koran HR, Senin (25/02/2019), membenarkan, tingginya curah hujan sangat berpengaruh terhadap kondisi tanaman cabai. Jika intensitas hujan tinggi, kondisi tanah menjadi lembab dan segala penyakit rentan menyerang tanaman cabai, terutama hama patek.

“Tanaman yang terserang hama, daun dan pohonnya layu, mengering dan berubah menadi coklat-coklatan. Buah cabainya pun menjadi keropos dan menyusut tidak berisi,” katanya.

Menurut Udin, agar tidak menular ke tanaman cabai lainnya, tanaman yang terkena hama langsung dicabut dan dibakar. Tujuannya supaya hama yang menyerang tanaman tersebut mati dan tidak berpindah ke tanaman yang lain.

Heri, petani cabai lainnya, ketika ditemui Koran HR, Senin (25/02/2019), mengaku sudah mencoba berbagai macam cara untuk menanggulangi tanaman cabai yang terkena hama. Namun hasilnya sia-sia karena serangan hama patek terhadap tanaman cabai berlangsung cukup cepat.

“Dalam kurun waktu tiga hari saja, kondisi tanaman yang awalnya sehat berubah layu dan membusuk. Akibatnya hasil panen turun drastis dan tidak sesuai dengan harapan,” katanya.

Ata, petani cabai lainnya, menambahkan, hama patek ini diakibatkan oleh jamur jenis Colletrichhum atau Gloeosporium. Akibat dari serangan hama jamur tersebut daun pada tanaman menjadi layu dan kondisi buahnya sedikit demi sedikit menjadi busuk dan kering.

Sementara itu, Didi, petani cabai asal Dusun Cogreg, mengamini, di masa panen bulan ini para petani cabai merugi. Selain menurunnya produksi karena serangan hama, juga disebabkan anjloknya harga cabai merah di tingkat petani.

“Turun berkali lipat dari harga sebelumnya. Harga yang terus merosot membuat para petani rugi besar. Kerugiannya bisa mencapai puluhan juta rupiah. soalnya tidak balik modal, seperti untuk pembelian pupuk maupun benih. Sedangkan harga cabai merah di tingkat petani saat ini hanya Rp. 4000 perkilogram,” katanya.

Harga Cabai Anjlok

Kaur Ekbang Desa Mekarbuana, Anda Lesmana, ketika ditemui Koran HR, Senin (25/02/2019), tidak menyangkal kondisi yang dialami petani cabai merah di wilayah tersebut.

“Selain disebabkan serangan hama, juga harga cabai merah anjlok. Kalau rendahnya produksi maklum sebab ada serangan hama. Akan tetapi, penyebab anjloknya harga tidak diketahui,” katanya.

Menurut Anda, penurunan harga yang disertai rendahnya produksi membuat para petani harus menanggung kerugian yang cukup besar. Petani pun harus rela pasrah dengan kondisi tersebut.

“Mereka berharap pemerintah turun tangan, sehingga harga cabai kembali naik,” katanya.

Anda menambahkan, luas lahan tanaman cabai yang ada di wilayah Desa Mekarbuana mencapai 7 hektar. Akibat rendahnya harga jual dan juga serangan hama, kerugian yang dialami petani mencapai Rp. 3.200 perpohon. (Dji/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA