Potret Kemiskinan di Ciamis, Janda Ini Tempati “Gubuk Reyot Nan Sempit”

Marpuah warga Dusun Cipakugirang, RT 02 RW 03, Desa Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Foto: Edji/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Marpuah (42) bersama anggota keluarganya terpaksa tinggal berdesakan di rumah kecil berukuran 4×5 meter dan tidak layak huni. Keluarga Marpuah merupakan potret kemiskinan yang terjadi di Dusun Cipakugirang, RT 02 RW 03, Desa Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Ketika Koran HR berkunjung ke kediamannya, Minggu (27/01/2019), rumah yang ditempati Marpuah dan anggota keluarganya itu, selain kecil kondisinya juga sudah rusak. Dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu itupun sudah berlubang. 

Wajar, jika tiap malam Marpuah dan anggota keluargnya selalu merasa kedinginan. Parahnya, kondisi yang dialami Marpuah dan anggota keluarganya sudah berlangsung sangat lama.

Karena tidak ada tempat lain, Marpuah bersama anggota keluarganya terpaksa tinggal di gubuk reyot tersebut. Saat akan tidur, selain kedinginan, penghuni rumah inipun harus rela berdesak-desakan.

Marpuah sendiri memiliki empat orang anak kandung, dua orang sudah cukup dewasa, namun belum punya usaha tetap. Sedangkan dua lainnya masih kecil, masih duduk di bangku sekolah dasar.

Selama ini, Marpuah bersama keluarga mengandalkan pendapatan dari hasil bekerja serabutan. Dia mengaku masih bingung menghadapi hari-hari kedepan, untuk merealisasikan cita-cita dan keinginan anak-anaknya.  

Endi, warga sekitar, ketika dimintai tanggapan, mengungkapkan potret kemiskinan di wilyahnya itu, bahwa salah satu warga yang bernama Marpuah dan anak-anaknya hidup dalam kemiskinan setelah ditinggal mati suaminya. Selama ini, untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, Marpuah mengandalkan penghasilan dari pekerjaan serabutan.

Terkait kondisi rumah Marpuah, Endi membenarkan, kamar rumah Marpuah sangat kecil, hanya berukuran 1,5 x 2 meter. Kamar kecil itupun digunakan bersama-sama oleh Marpuah dan anak-anaknya.

“Mereka tidur beralaskan tikar. Tidak ada pilihan bagi Marpuah dan keluarga, selain hanya menempati rumah itu. Kondisi ekonominya tidak menentu sejak ditinggal suaminya meninggal,” kata Endi. 

Sebagai warga, Endi berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis membentu memperbaiki kondisi rumah dan kondisi ekonomi yang kini dialami Marpuah dan keluarganya. (Dji/Koran HR)

KOMENTAR ANDA