Program AMS di Pangandaran Dilirik Pemprov Jabar

Program AMS di Pangandaran Dilirik Pemprov Jabar

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) dan Pangandaran Mengaji di Kabupaten Pangandaran disinkronkan dengan Program Rasionalisasi model percontohan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

Hal itu terungkap pada pada acara peluncuran program Pengandaran Madani AMS dan Pangandaran Mengaji tahun 2019, bertempat di Aula Setda Pangandaran, beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika, mengatakan, Program AMS di Pangandaran sudah berjalan yang ke empat tahun. Berdasarkan Perpres No 87 tahun 2017, Perbup terkait Pendidikan Karakter sudah dibuat setahun sebelumnya mendahului Provinsi.

“Gubernur dan Wakil Gubernur memiliki ide yang sama dengan Bupati Pangandaran. Saya hadir untuk lebih menyempurnakan hal-hal yang sedang kami susun di Pemprov bersama para kepala sekolah, KCD, Akademisi dan MUI. Tentunya, ini perjalanan yang tidak mudah sepertihalnya membalikkan telapak tangan,” kata Dewi.

Dewi menjelaskan, pihaknya sedang merencanakan dan berkoordinasi semasif mungkin dengan sejumlah pihak, membahas bagaimana tantangan karakter di Jabar. Dan Pemprov akan menerapkan modelnya terlebih dahulu.

“Kita sedang membuat kajian terlebih dahulu, dan melihat dari Pangandaran yang sudah berjalan 3 tahun. Sinkronisasi kebijakan sudah berjalan, anggaranya besar dibandingkan dengan kabupaten lain,” katanya.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, ada anggaran sekitar 15 milyar tahun ini untuk program pendekatan agama, kebangsaan dan budaya. Sebelumnya, Bupati mengaku berfikir sederhana, karena ketika Pangandaran sebagai kabupaten pariwisata yang mendunia akan sangat berpengaruh terhadap karakteristik generasi bangsa.

“Ajengan masuk sekolah untuk pembinaan perilaku. Sedang guru PAI mendidik dari pengetahuannya. Penerapan program AMS di Jabar memang tidak mudah, mengingat masyarakatnya sangat komplek, untuk itu perlu kajian serius,” kata Jeje.

Jeje menegaskan, tahun ini pihaknya sedang melakukan evaluasi dengan membentuk kelembagaan yang terdiri dari kyai dan akademisi. Menurut dia, program pangandaran mengaji sangat berdampak pada indeks sikap siswa yang kini menunjukkan kenaikan signifikan. (Mad/R4/HR-Online)

KOMENTAR ANDA