Sering Makan Ayam Goreng Bisa Perpendek Umur, Ini Penjelasannya

Sering Makan Ayam Goreng Bisa Perpendek Umur, Ini Penjelasannya. Photo: Net/Ist.

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),- Salah satu menu favorit banyak orang adalah ayam goreng. Tapi tahukah Anda, makan ayam goreng setiap hari bisa memperpendek umur.

Dirangkum dari berbagai sumber, Jum’at (08/02/2019), tim peneliti dari University of Iowa dan Washington University, mengungkap, bahwa makan ayam goreng setiap hari bisa memperpendek umur karena akan meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.

Para peneliti tersebut melakukan penelitian yang dipublikasi dalam jurnal medis, guna mengetahui pengaruh kebiasaan dari mengonsumsi gorengan pada wanita pasca menopause.

Tim peneliti itu meneliti seberapa sering para wanita tersebut mengonsumsi makanan yang digoreng, seperti ayam, ikan, dan kentang. Tapi ternyata mengonsumsi ayam goreng setiap hari bisa meningkatkan potensi kematian sebesar 13 persen, serta meningatkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 12 persen.

Dalam penelitian yang dilakukan tahun 1993 dan 1998 hingga tahun 2017 itu, mereka menganalisis sebanyak 100 ribu wanita berusia 50 dan 79 tahun. Hasil penelitian diketahui lebih dari 9.000 wanita di antaranya meninggal akibat serangan penyakit jantung, kemudian sebanyak 8.000 wanita meninggal akibat kanker, dan sebab lainnya.

Termasuk Ikan Goreng

Mengonsumsi ikan goreng setiap hari juga dapat menyebabkan pengaruh buruk yang sama bagi manusia, yakni meningkatkan potensi kematian akibat berbagai macam penyakit sebesar 7 persen, dan 13 persen akibat penyakit jantung.

Meski penelitian tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut, namun dari jumlah data yang dikumpulkan dapat menjamin validitas hasil penelitian tersebut. Tim peneliti mengklaim kalau pihaknya telah mengidentifikasi penyebab kematian akibat penyakit kardiovaskular yang dipicu oleh gaya hidup serta konsumsi makanan.

“Mengurangi konsumsi makanan yang digoreng dapat memberikan efek besar bagi kesehatan manusia,” ungkap salah satu tim peneliti. (Eva/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA