Soal Pemilu 2019, KPU Pangandaran Dinilai Kurang Sosialisasi

Soal Pemilu 2019, KPU Pangandaran Dinilai Kurang Sosialisasi

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kurangnya sosialisasi terkait tata cara pemilihan suara untuk Pemilihan Legislatif (Pileg), baik DPRD Kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI dan Pemilihan Presiden dan wakil presiden (Pilpres) tahun 2019 dikeluhkan masyarakat dan sejumlah wakil rakyat di Pangandaran, Rabu (20/2/2019).

Nia Rosita, warga Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten pangandaran, Nia Rosita, mengaku belum begitu mengerti dan faham mengenai tata cara pemungutan dan pencoblosan di surat suara nanti.

“Saya tidak tau Pilpres dan Pileg nanti seperti apa. Apakah dicoblos atau bagaimana. Katanya ada warna-warna dari kartu surat suara itu apa saja. Jujur saya bingung, apalagi katanya banyak kertas suara yang nanti dibawa kebilik suara pada saat pencoblosan,” ucapnya.

Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, Ade Ruminah, mengungkapkan, pada saat reses beberapa waktu lalu, dia mendapati banyak masyarakat tidak mengetahui tentang Pemilu dan Pileg, hingga tata cara pencoblosannya.

“Masyarakat umumnya masih belum tahu perbedaan di kertas surat suara. Kita terpaksa menjelaskan dari awal lagi. Mudah-mudahan KPU segera melakukan sosialisasi secara masif ke masyarakat,” kata Ade Ruminah.

Jujur, kata Ade Ruminah, ketidaktahuan masyarakat terkait tata cara Pemilu sangat merugikan pihaknya sebagai calon anggota DPRD. Untuk itu, pihaknya meminta KPU harus gencar melakukan sosialisasi.

Di tempat terpisah, Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi tentang Pileg dan Pilpres sedang berjalan. Sosialisasi tersebut akan berlangsung sampai menjelang hari pemungutan suara.

“KPU Pangandaran sudah mengangkat 55 orang relawan demokrasi dari 10 basis sasaran. Harapannya agar sosialisasi dan pendidikan terhadap pemilih bisa maksimal,” katanya.

Muhtadin menambahkan, KPU akan menyisir warga masyarakat dengan program sosialisasi dan pendidikan pemilih melalui kelompok-kelompok pemilih atau komunitas masyarakat. Sebagai mitra KPU, pihaknya berharap relawan demokrasi menyasar seluruh warga dalam menyosialisasikan tahapan dan teknis pemilu 2019 nanti.

“Kita akan memaksimalkan sosialisasi ke masyarakat. Mudah-mudahan angka partisipasi pemilih di Pangandaran meningkat dari pemilu sebelumnya,” katanya. (Mad/R4/HR-Online)