Sudah 42 Tahun Berdiri, Poktan Tunas Mekar Jaya Selalu Gelar RAT

Jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Banjar, saat meninjau usaha milik Kelompok Tani Tunas Mekar Jaya (Poktan TMJ), di Dusun Sindanggalih, RT.01, RW.05, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kelompok Tani Tunas Mekar Jaya (Poktan TMJ), Dusun Sindanggalih, RT.01, RW.05, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2018, bertempat di Balai Riung Poktan Tunas Mekar Jaya, Rabu (06/02/2019).

Poktan tersebut merupakan poktan mandiri yang bisa mengembangkan usahanya dalam meningkatkan keuntungan. Meski demikian, Ketua Poktan TMJ, Suparman, menyebutkan, bahwa segala usaha yang dijalankan oleh poktan yang beranggotakan 55 orang ini lebih mengedepankan sosial. Artinya tidak selalu mementingkan profit.

“Alhamdulillah, sejak poktan ini berdiri tahun 1977, atau sudah 42 tahun berjalan, tetap terjalin keharmonisan dan kekompakan antara pengurus dan anggota. Hasil dari sejumlah usaha digunakan untuk kehidupan sosial anggota, dan kegiatan sosial di lingkungan sini,” terang Suparman, kepada HR Online.

Dirinya mengaku tetap bersyukur, meski SHU yang didapat tahun 2018 terbilang menurun, yakni sebesar Rp.17 juta, sedangkan tahun sebelumnya, mencapai SHU Rp 18 juta. Penurunan itu terjadi karena di 2018 ada beberapa kegiatan atau usaha baru yang harus dibiayai.

“Seperti halnya untuk tambahan operasional usaha budidaya ikan lele sistem Bioplok yang baru dua bulan berjalan. Serta adanya rencana pengembangan tanam padi atau beras aromatik,” jelasnya.

Lebih lanjut Suparman mengatakan, saat ini usaha yang paling menopang perolehan SHU Poktan TMJ adalah usaha simpan pinjam. Namun, tak lepas juga dari usaha lain yang sama berkembangnya, seperti intensifikasi padi sawah, intensifikasi kelapa, ternak sapi dan kambing, Lumbung Pangan, LPDM, serta PUPM.

Selain itu, di Poktan TMJ juga memberlakukan iuran wajib anggota berupa pengumpulan beras perelek setiap hari. Setelah beras terkumpul, kemudian dijual kembali pada anggota dengan harga sangat murah, yakni Rp 3.000 per kilogram.

Selain para anggota poktan, RAT juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Banjar, drh. Aswin, berserta jajarannya yang meliputi Sekretaris Dinas, Ngadimin, Kabid. Ketahanan Pangan, Nanan Rohanan, dan juga Kepala Desa Rejasari, Subur Waluyo.

“Ketentuan RAT ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi dan dianggap baik, jika ada penyampaian laporan pertanggungjawabannya. Sehingga, keuntungan atau SHU-nya bisa diketahui pula oleh semua anggota. Kami menghargai dan bangga karena Poktan TMJ mampu secara rutin melakukan RAT,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Banjar, dr. Aswin, kepada Koran HR, usai kegiatan.

Pasalnya, lanjut Aswin, keberlangsungan Poktan TMJ selama kurang lebih 42 tahun sejak berdiri, tetap konsisten melakukan upaya ketahanan pangan. Sehingga, tak berlebihan jika poktan ini masuk kategori sebagai poktan mandiri yang satu-satunya ada di Kota Banjar.

“Atas kekompakan dan swadaya anggota, tentu kami pun selalu support. Poktan ini sudah banyak terima bantuan, baik dari pemerintah maupun pihak swasta. Seperti halnya tambahan usaha baru berupa budidaya ikan lele ini merupakan bantuan CSR dari pihak ke tiga,” terangnya.

Selain itu, poktan tersebut juga pada tahun 2018 memperoleh bantuan modal dan operasional PUPM sebesar Rp 160 juta. Rencananya tahun 2019 ini kembali akan menerima bantuan PUPM untuk operasional sebesar Rp 60 juta.

“Ya, semoga keberhasilan dan prestasi Poktan TMJ ini dapat dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan lagi. Kami harapkan juga poktan lainnya yang ada di Kota Banjar ini bisa seperti Poktan TMJ. Sehingga, pada akhirnya kebutuhan ketahanan pangan Kota Banjar bisa terjaga dengan baik,” tandas Aswin.

Usai melaksanakan RAT, Aswin beserta jajarannya langsung meninjau sejumlah usaha yang dijalankan oleh Poktan TMJ. (Nanks/Koran HR)