Tak Terima Dicurangi, Peserta Seleksi Perangkat Desa Pamarican Layangkan Gugatan

Peserta Seleksi Perangkat Desa
Peserta seleksi penjaringan perangkat desa di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis melayangkan gugatan pada panitia, Rabu (21/02/2019).

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Adanya kecurigaan pada pelaksanaan seleksi perangkat desa Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis terus berbuntut panjang. Kini, 18 peserta yang telah mengikuti penjaringan melayangkan surat gugatan yang disampaikan langsung kepada panitia seleksi perangkat Desa Pamarican, Rabu (20/02/2019).

Rian Nurjaman, salah satu peserta seleksi mengatakan pihaknya terpaksa harus menempuh jalur tersebut karena menduga pihak panitia melakukan kecurangan hingga merugikan puluhan peserta lainnya. Gugatan tersebut juga untuk menindaklanjuti hasil audensi dengan panitia yang dilakukan beberapa hari sebelumnya.

“Langkah ini kita tempuh untuk mendapatkan sebuah keadilan, karena pada kegiatan seleksi kemarin, kami semua ini merasa dicurangi oleh panitia,” katanya.

Surat gugatan tersebut, kata Rian berisi permohonan agar hasil seleksi perangkat desa yang dilaksanakan pada Selasa (12/02/2019) dibatalkan dan segera dilakukan seleksi ulang. “Alasan kami melakukan gugatan ini berdasarkan kecurigaan kami terhadap panitia, yang dalam hal ini dimonopoli oleh DPMD Kabupaten Ciamis,” tuturnya.

Rian menambahkan, ada banyak kejanggalan saat pelaksanaan seleksi, seperti kondisi lembar soal yang diduga tidak orisinal, karena tidak dalam kondisi tersegel dan hanya dibalut map transparan. Selain itu, Rian menduga terjadi kebocoran soal kepada 14 calon incumbent yang dinyatakan lolos.

“Kami menyoroti saat pelaksanaan seleksi berlangsung, 14 calon incumbent mengerjakan soalnya di kursi yang bergerombol dan terlihat ada yang memegang handphone,” kata Rian

Selain itu, menurut Rian kejanggalan lainnya adalah para calon incumbent dalam hitungan waktu yang singkat, terlihat sudah menyelesaikan semua jawaban, padahal ada 60 soal yang harus dikerjakan oleh semua peserta seleksi.

“Kita semakin mencurigai adanya kecurangan pada proses seleksi penjaringan perangkat desa ini, dimana terlihat nilai yang didapat oleh para incumbent sangat mencolok, bahkan ada yang mampu menjawab 100% dengan benar,” katanya.

Rian juga membandingkan pelaksanaan seleksi perangkat desa di Kecamatan Pamarican dan Kecamatan lainnya. Rian mencontohkan pelaksanaan seleksi di Kecamatan Banjarsari yang menurutnya  berbeda dan lebih transparan. Para panitia desa ikut ambil bagian dalam pelaksanaan seleksi di Kecamatan Banjarsari, kata Rian, hal ini berbeda dengan yang terjadi di Pamarican, hanya petugas DPMD saja yang memberikan soal serta penilaian.

“Di Kecamatan Banjarsari pun banyak peserta incumbent yang kalah serta nilainya pun tidak mencolok, nilainya terlihat standar di bawah 50,” ujar Rian.

Rian menambahkan jika surat gugatan mereka tidak segera ditanggapi, pihaknya tidak akan tinggal diam, “kami pasti akan menempuh jalur hukum, agar kami mendapatkan keadilan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diunggah, tidak ada tanggapan dari pihak Pemdes Pamarican, saat dihubungi HR melalui telepon, Kades tidak mengangkat teleponnya. (Suherman/R7/HR-Online)

Loading...