Terdesak Faktor Ekonomi, Mak Titi (54) Butuh Bantuan Program Rutilahu

Kondisi rumah Mak Titi (54), warga Dusun Angsana, RT 26 RW 006, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kehidupan Mak Titi (54), warga Dusun Angsana, RT 26 RW 006, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sungguh sangat memprihatinkan. Faktor ekonomi yang tidak berpihak serta tidak mempunyai pekerjaan tetap, membuat dirinya kebingungan.

Apalagi rumah gubuk satu-satunya saat ini sudah dalam kondisi rusak parah. Dia terpaksa sering kali menginap di rumah tetangga ketika hujan melanda wilayah Pamarican. Pasalnya, dia khawatir saat hujan itu rumahnya tiba-tiba roboh.

Dari pantauan Koran HR, kondisi rumah Mak Titi yang terbuat dari anyaman bambu itu terlihat begitu memprihatinkan. Selain bilik bambunya yang sudah keropos dan berlubang. atap bangunan rumahnya pun terlihat rusak parah akibat lapuk dimakan usia. 

Bagas, warga Neglasari, ketika ditemui Koran HR, menyebutkan bahwa Mak Titi adalah seorang janda yang hidup dalam kemiskinan. Begitu pun dengan kondisi anak-anaknya. Sehingga saat rumah Titi dalam kondisi seperti itu, anak-anaknya pun tak mampu berbuat banyak. 

“Mak Titi memang mempunyai anak. Namun anaknya pun hidup dalam kemiskinan, sehingga tak bisa membantu. Apalagi membuatkan rumah untuk orang tuanya yang kini tinggal seorang diri,” katanya.

Menurut Bagas, Mak Titi sendiri tidak mempunyai pekerjaan. Bahkan untuk kebutuhan makan sehari-hari pun ia hanya mengandalkan bantuan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang digelontorkan pemerintah satu bulan sekali.

“Kami sebagai warga berharap kiranya Pemerintah Kabupaten Ciamis bisa memberikan bantuan program Rutilahu bagi Mak Titi,” katanya, Selasa (05/02/2019).

Ketua RT 26, Maman, ketika ditemui Koran HR, membenarkan kondisi Mak Titi saat ini. Menurut dia, kondisi rumah Mak Titi sudah lama mengalami kerusakan. Bahkan kondisi saat ini kian parah.

“Sekarang kondisinya makin parah. Terutama bagian atapnya. Sudah banyak genting yang ambrol akibat atapnya lapuk. Kami sudah berusaha mengajukan bantuan rumah buat Mak Titi. Namun permohonan itu belum juga terealisasi. Baru-baru ini, kami juga membuat proposal. Mudah-mudahan ada respon dan rumah Mak Titi bisa segera diperbaiki,” katanya.

Kepala Desa Neglasari, Deni Nono Sunaryo, ketika dimintai tanggapan, Selasa (05/02/2019), tidak menyangkal kondisi rumah Mak Titi. Menurut dia, Pemdes Neglasari sudah sering mengajukan permohonan, namun hingga saat ini belum ada respon.

“Pemdes Neglasari sebenarnya sudah berulangkali mengajukan permohonan, baik program Rutilahu atau program lainnya. Namun itu dia, semuanya belum ada yang turun. Kami juga sebenarnya pernah memberikan bantuan berupa bambu dan kayu. Namun karena Mak Titi tidak mempunyai modal, akhirnya mentok juga. Mudah-mudahan saja kali ini ada dermawan yang terketuk hatinya untuk membantu Mak Titi,” katanya. (Suherman/Koran HR)