Testing Perangkat Desa di Ciamis, Peserta Tuding Penyelenggara Lakukan Kecurangan

Sejumlah Peserta Seleksi Perangkat Desa di Ciamis Protes Minta Seleksi Diulang. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 62 peserta testing perangkat desa sewilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengikuti acara testing yang dilaksanakan secara serentak, di Aula Kantor Kecamatan Pamarican, Selasa (13/02/2019). Ke 62 peserta tersebut berasal dari empat belas desa. Mereka rela menghabiskan waktu untuk mencoba keberuntungan menjadi perangkat desa. Dari seluruh peserta testing, 50 persennya didominasi para sarjana. 

Dari pantauan Koran HR di lapangan, ke 62 peserta testing dengan serius mengisi lembar soal yang sudah disiapkan panitia penyelenggara. Mereka pun diberi waktu selama 90 menit untuk menyelesaikan semua soal yang dibagikan.

Ahmad Ruhmani, Sekmat Pamarican, mengatakan, semua peserta testing diwajibkan untuk mengikuti seleksi dengan cara testing serentak.

“Semua peserta tadinya berjumlah 65 orang. Namun ada tiga orang yang mengundurkan diri dalam kegiatan ini. Jadi jumlah yang mengikuti testing saat ini berjumlah 62 orang. Semuanya itu terdiri dari 14 desa. Nantinya peserta akan memperebutkan satu kursi jabatan Kaur Keuangan di masing-masing desanya,” katanya.

Menurut Ahmad, peserta yang mengikuti testing diantaranya dari Desa Pamarican 14 orang peserta, Sidamulih 5 peserta, Kertahayu 2 peserta, Sukamukti 2 peserta, Bangunsari 3 Peserta, Neglasari 7 peserta, Bantarsari 3 peserta, Margajaya 2 peserta, Sukajaya 5 peserta, Sukahurip 6 peserta, Sukajadi 8 peserta, Sidaharja 2 peserta, Pasirnagara 4 peserta dan Mekarmulya 2 peserta.

“Dari masing-masing desa itu, nantinya hanya ada satu yang lolos untuk menjadi Kaur keuangan,” katanya 

Pada kesempatan itu, Ahmad menegaskan, pihaknya bukanlah panitia penyelenggara. Pihaknya hanya sebatas fasilitator karena lokasi testingnya berada di Kantor Kecamatan. Panitia perekrutan pegawai desa itu sendiri sudah ada di masing-masing desa. Hanya mengingat pelaksanaanya serentak, maka panitia sepakat pelaksanaan testing dilaksanakan di kecamatan.

“Kita ingin membuktikan keterbukaan dalam proses ini, maka untuk semua soal pun kita meminta bantuan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis,” katanya.
Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Pamarican, Turiman, membenarkan, panitia pelakasana rekrutmen atau testing perangkat desa sebenarnya sudah ada dan dibentuk di masing-masing desa.

“Kami ingin keterbukaan, kami juga tidak mau disorot ada keberpihakan, maka dengan ini kami sepakat untuk pelaksanaan testing, mekanismenya diserahkan ke kecamatan. Panitia di desa hanya sebatas menerima pendaftaran yang diadakan secara terbuka. Setelah kelengkapan data peserta komplit, kemudian dikirim ke kecamatan. Sekali lagi, ini untuk menghindari sorotan negatif terhadap pihak desa,” katanya. (Suherman/Koran HR)

KOMENTAR ANDA