Tingkatkan Kualitas Guru, UPT Pendidikan Kalipucang Pangandaran Gelar Workshop

Workshop peningkatan kualitas guru yang digelar UPT Pendidikan Kecamatan Kalipucang. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Guna meningkatkan kualitas Guru  serta Kepala Sekolah di sekolah dasar di wilayah Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, UPT Pendidikan Kecamatan Kalipucang menggelar workshop peningkatan guru dan pemahaman kurikulum 2013 secara marathon di lima gugus yang ada di wilayahnya.

Rundana, Kepala UPT Pendidikan Kalipucang, mengatakan, kegiatan worshop yang digelar secara mataron ini tiada lain untuk meningkatkan kompetensi  dan kinerja guru serta kepala sekolah di masing masing SD yang ada di Kalipucang. Hal itu mengingat saat ini para guru di sekolah dituntut untuk lebih mandiri serta kreatif dan harus mengerti perkembangan teknologi sebagai media pembelajaran.

“Di dalamnya juga dibahas soal supervisi kinerja kepala sekolah. Dalam workshop ini kita menghadirkan pengawas serta K3S di lingkungan UPT,” jelasnya kepada Koran HR, Senin (28/01/2019).

Sementara itu, Uus, Kepala SDN 2 Kalipucang, mengatakan, kurikulum di sekolah merupakan seperangkat rencana , pengaturan mengenai isi, bahan kegiatan agenda pendidikan dan cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan sekolah. Dari kurikulum itu, menjadi acuan sekolah serta menjadi bahan evaluasi selama satu tahun ajaran.

“Jadi, kurikulum sekolah merupakan salah satu jantung operasional pendidikan di tingkat sekolah. Dengan adanya agenda kalender pendidikan serta program sekolah yang disesuaikan pada tingkat kebutuhan dan kemampuan sekolah masing masing, diharapkan pendidikan semakin baik,” katanya.

Undang, Ketua PGRI Kecamatan Kalipucang, mengaku sangat mendukung dengan adanya workshop tentang pemahaman kurikulum 2013 tersebut guna meningkatkan kulitas guru yang mana menjadi salah satu ujung tombak pendidikan.

“Kita harap agar para guru dan kepala sekolah menjaga nama baik marwah guru serta jangan sampai ada yang bertingkah laku di luar koridor seorang guru. Apalagi sekarang sudah masuk tahun politik, sebisa mungkin kita tetap netral,” pungkasnya. (Ntang/Koran HR)