Uji Coba Fitur Baru WhatsApp untuk Menolak Undangan Grup

Uji Coba Fitur Baru WhatsApp untuk Menolak Undangan Grup. Photo: Net/Ist.

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),- Baru-baru ini fitur baru WhatsApp tengah diuji coba. Fitur tersebut nantinya akan memungkinkan pengguna menolak untuk bergabung dalam grup chatting di WhatsApp.

Dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (16/02/2019), fitur baru WhatsApp ini akan memberikan kontrol privasi ke pengguna. Pasalnya, tidak semua pengguna WhatsApp suka bila dirinya dimasukan dalam grup atau obrolan grup. Namun, saat dimasukan ke dalam grup, pengguna tidak bisa menolaknya.

Untuk itulah, WhatsApp mencoba mencari solusinya. Hanya saja uji coba fitur tersebut baru tersedia bagi mereka yang ada dalam program beta iOS. Meski begitu, fitur ini bakal diluncurkan untuk perangkat Android.

Saat ini fitur tolak gabung ke grup sedang dikembangkan, sehingga belum dapat dipakai oleh pengguna. Sedangkan, cara kerja fitur ini seperti yang sebelumnya telah beredar di dunia maya, di mana pengguna WhatsApp akan mendapatkan sejumlah kontrol terkait dengan siapa saja yang dapat mengundang mereka ke dalam grup.

Nantinya dalam tangkapan layar ada opsi di Setting “Siapa yang bisa menambahkan saya ke grup”, lalu pengguna akan diberi pilihan “Everyone”, Nobody”, atau “My Contacts”.

Selain itu, pengguna juga akan mendapatkan pengaturan privasi untuk setiap jenis pesan atau obrolan. Opsi tersebut berada di menu Setting Privacy yang sebelumnya cuma mengatur “Last Seen” atau waktu terakhir terlihat, “About”, “Profile Photo”, dan “Status”. Kalau fitur ini sudah resmi hadir, maka opsi “Groups” nantinya akan ditambahkan ke dalam menu Privacy.

Sebelumnya WhatsApp dilaporkan salah salah satu pengguna di India. Penggunanya itu melaporkan ke Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi (MeitY) India.

Langkah pemerintah India itu dilakukan setelah beberapa orang mengeluhkan kalau mereka ditambahkan ke kelompok acak beberapa kali, tanpa persetujuan dari mereka. Setelah keluhan pengguna dibawa ke Kementerian, maka pihak Kementerian pun mengangkat masalah tersebut melalui WhatsApp.

Isi suratnya itu mengatakan bahwa setelah keluar dari grup dua kali ini, selanjutnya pengguna ditambahkan lagi oleh admin grup WhatsApp melalui admin grup yang berbeda. Karena itulah WhatsApp diminta untuk menghadirkan fitur yang akan meminta persetujuan pengguna, jika ada yang menambahkan ke grup WhatsApp.

Padahal, WhatsApp sendiri sudah memperkenalkan fitur di mana administrator grup harus punya nomor pengguna yang disimpan dalam daftar kontak. Apabila pengguna meninggalkan grup dua kali, maka admin tak diizinkan menambahkannya lagi. Tetapi ternyata langkah ini tidak dapat dijadikan solusi. (Eva/R3/HR-Online)