Wanita Keterbelakangan Mental di Ciamis Tewas Saat Rumahnya Terbakar

Petugas BPBD Ciamis saat melakukan evakuasi terhadap korban kebakaran terjadi di Dusun Cikatomas, Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (01/02/2019). Foto: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Peristiwa kebakaran rumah yang terjadi di Dusun Cikatomas, Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (01/02/2019) pagi, dilaporkan menewaskan seorang penghuninya. Nurhamidah (25), seorang perempuan anak pemilik rumah, ditemukan tewas dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, tewasnya korban diduga tidak bisa menyelamatkan diri karena pintu rumah terkunci dari luar. Korban yang memiliki keterbelakangan mental ini sering ditinggal ibunya ketika sedang berjualan. Ibu korban, Uun (65), seorang penjual gorengan keliling. Ketika pergi berjualan, anaknya ditinggal di rumah sendirian. Khawatir anaknya yang memiliki keterbelakangan mental kabur dari rumah, memaksa Uun mengunci pintu dari luar setiap pergi berjualan.

Menurut Adun, seorang warga setempat, rumah korban terbakar pertama kali diketahui oleh ibu-ibu yang sedang menggelar pengajian. Saat itu, api sudah mulai membesar dan membakar bangunan rumah yang sebagian besar matrialnya terbuat dari bambu. “Tanpa dikomando, warga langsung berdatangan dan berjibaku memadamkan api. Kebetulan di halaman rumah korban terdapat kolam. Pemadaman dilakukan dengan alat seadanya. Dalam waktu sekitar 20 menit api berhasil dipadamkan,” ujarnya.

Setelah api mengecil, kata Adun, warga teringat keberadaan korban yang sering ditinggal ibunya sendirian. Warga pun langsung menerobos rerentuhan bangunan untuk mencari keberadaan korban. “Ternyata benar saja, korban masih berada di dalam rumah ketika terjadi kebakaran. Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh penuh luka bakar,” ujarnya.  

Ketika sudah diketahui kebakaran tersebut memakan korban, lanjut Adun, warga langsung menghubungi pihak kepolisian untuk mengevakuasi korban. “Memang kalau pagi sampai siang korban tinggal sendiri di rumahnya. ibu korban berkeliling berjualan gorengan. Karena korban mengalami keterbelakangan mental dan khawatir pergi dari rumah, ibu korban selalu mengunci pintu dari luar. Korban bersama ibunya tinggal berdua di rumahnya. Jadi tidak ada orang yang mendampingi korban setiap ibunya pergi berjualan,” terangnya.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Ciamis Kompol Sindu Manuaebe, mengatakan, dari hasil pemeriksaan, kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Saat terjadi korsleting, tambah dia, membuat televisi yang berada di rumah tamu meledak. “Kami menduga karena ledakan itu yang menjadi penyebab kebakaran. Kebetulan rumah matrial bangunan rumah korban banyak terbuat dari bambu, sehingga memudahkan api cepat membesar,” katanya. (Her2/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA