Akibat Pergerakan Tanah, Warga di Ciamis Ini Terpaksa Kosongkan Rumah

Rumah milik warga di Dusun Cibariwal, Desa Kertayasa, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, retak dan kini terancam longsor. Hal itu menyusul terjadinya pergerakan tanah akibat hujan deras yang terjadi dua pekan lalu. Foto : Eji Darsono/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Rumah milik warga di Dusun Cibariwal, Desa Kertayasa, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, retak dan kini terancam longsor. Hal itu menyusul terjadinya pergerakan tanah akibat hujan deras yang terjadi dua pekan lalu.

Ketua RW setempat, Oyo, ketika ditemui Koran HR, Senin (18/03/2019), menyebutkan, musibah pergerakan tanah yang melanda di Blok Pabuaran, Dusun Cibariwal, terjadi dua minggu lalu, atau saat intensitas hujan sangat tinggi. Akibatnya, satu kepala keluarga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke rumah kerabat. 

“Mereka cemas, pergerakan tanahnya ini akan terus terjadi dan menimbulkan bencana longsor. Karena terus dihantui rasa cemas, akhirnya mereka mengungsi. Apalagi kondisi rumah sudah retak-retak,” katanya.

Sekretaris Desa Kertayasa, Rusman, ketika ditemui Koran HR, Senin (18/03/2019), menjelaskan, pergerakan ini tidak hanya terjadi di Blok Pabuaran Dusun Cibariwal saja. Tapi juga terjadi di wilayah Dusun Mekarmulya.

“Di Mekarmulya, rumah milik Kosasih dan Ahmad mengalami kerusakan akibat tertimpa longsor. Untungnya tidak ada korban jiwa, sebab saat kejadian penghuni tidak ada di rumah,” katanya.

Menurut Rusman, pergerakan tanah berhenti saat musim kemarau. Sedangkan di saat musim penghujan, pergerakan tanah kembali terjadi. Menurut dia, akibat pergerakan tanah dua pekan lalu, rumah Memed, yang berada di RT 03 RW 08, terpaksa dikosongkan.

“Rumah terpaksa dikosongkan. Karena berada di bawah tebing, khawatirnya terkena longsor,” katanya. 

Rusman menambahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis sudah meninjau langsung ke lokasi dan memberikan bantuan kepada para korban. Pihaknya berharap, kekhawatiran masyarakat terhadap bencana longsor tidak terhadi. (Dji/Koran HR)