Anggota DPRD Kota Banjar Ini Kutuk Keras Penembakan di Selandia Baru

Anggota DPRD Kota Banjar, Gun Gunawan Abdul Jawad. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Salah satu anggota DPRD Kota Banjar, Gun Gun Guanwan Abdul Jawad menyatatakan prihatin atas peristiwa penembakan terhadap 49 orang di Masjid yang berada di Selandia Baru. Ia mengutuk keras aksi terorisme tersebut yang tidak berkeprimanusiaan.

Meskipun terjadi di Selandia Baru, kata pria yang akrab Gus Jawad, namun para korban seluruhnya merupakan saudara, apalagi sama-sama Umat Islam yang tengah menjalankan ibadah dan ada beberapa WNI yang juga menjadi korban.

“Kita sangat sedih sekali mendengar berita peristiwa yang tidak manusiawi itu. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisinya dan teroris itu mendapatkan hukuman seberat-beratnya,” tegas anggota DPRD Kota Banjar dari PKB ini saat pembukaan Konfercab IPNU ke-7 dan pelatikan IPPNU masa khidmat 2018-2020 di Gedung Dakwah Islam Kota Banjar, Sabtu (16/03/2019).

Gun Gun menambahkan, guna mengantisipasi hal serupa terjadi di Indonesia, terutama di Kota Banjar, ia mengajak kepada para pelajar untuk bisa menghalau gerakan-gerakan radikal yang berpotensi merongrong keutuhan NKRI ini, terutama dari kalangan pelajar.

“Sebagai organisasi yang bergerak di kalangan pelajar, IPNU dan IPPNU harus bisa memberikan edukasi dan bersama-sama para pelajar memangkas pertumbuhan bibit-bibit paham radikal di sekolah. Ini juga menjadi tanggungjawab kita bersama agar bangsa kita tetap damai dan aman dari segala ancaman,” imbuhnya.

Tak hanya soal mewaspadai bibit terorisme serta propaganda paham radikal, lanjut Gun Gun, ia juga meminta kepada para pelajar untuk tidak terjebak berita hoaks serta terprovokasi. Pasalnya, dengan informasi bohong tersebut berpotensi merusak pola pikir generasi muda saat ini.

“Makanya kita jangan sampai diam saja dalam menghadapi kejahatan ini. Sebab, perti yang dikatakan Sayyidina Ali RA bahwa kebenaran yang tidak teroganisir akan kalah oleh kebatilan yang terorganisir. Dari itu, jangan sampai kita terkalahkan oleh orang yang berbuat bathil seperti penyebar hoaks. Selain itu, kita juga harus tetap menjaga tradisi dan warisan leluhur yang mana itu adalah identitas kita sebagai bangsa Indonesia,” pungkasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA