Aset Koperasi di Ciamis Capai 280 Miliar

Kasi Koperasi dan UMKM DKUKMP Kabupaten Ciamis, Haman Heryaman. Foto: Heri/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Ciamis melansir jumlah aset perkoperasian di wilayah Kabupaten Ciamis pada tahun 2019 tercatat mencapai angka lebih dari 280 miliar. Jumlah aset Koperasi di Ciamis itu tersebar di 604 unit koperasi yang berada di 27 kecamatan.

Kasi Koperasi dan UMKM DKUKMP Kabupaten Ciamis, Haman Heryaman, S.E., ketika ditemui Koran HR, Senin (25/02/2019), menyebutkan, meningkatnya jumlah aset tersebut menunjukkan pertumbuhan koperasi di Ciamis.  

“Data itu tercatat sampai awal tahun 2019. Dengan jumlah anggota koperasi mencapai 49 ribu orang. Dari jumlah itu, 60 persennya merupakan dari kalangan perempuan,” katanya.

Namun demikian, Haman menuturkan, dari 604 unit koperasi hanya 327 unit koperasi yang aktif. Sisanya dalam proses perbaikan dan tidak aktif. Jumlah koperasi terbanyak berada di wilayah Kecamatan Ciamis, yang mencapai 179 unit koperasi. Dan paling sedikit berada di Kecamatan Cidolog yang hanya berjumlah 4 unit koperasi.

Peningkatan jumlah aset koperasi, kata Haman, tidak terlepas dari peran DKUKMP Kabupaten Ciamis yang selalu rutin memberikan pembinaan. Menurut dia, koperasi yang tidak berkembang mayoritas adalah koperasi umum, koperasi karyawan, termasuk koperasi warga,  KPRI, koperasi TNI, Koperasi Polri, Koprasi Wanita dan Koperasi Tani. 

Selain itu, kata Haman, kenaikan aset koperasi juga menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap koperasi. Apalagi, setelah koperasi bisa mengakses program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Sehingga peluang koperasi mendapatkan dana semakin lebih besar. Ini berarti daya serap anggota koperasi terhadap dana yang ada terus meningkat, sehingga mereka bisa meningkatkan daya usaha mereka,” katanya.

Sedangkan koperasi yang tidak aktif, Haman menjelaskan, mayoritas merupakan koperasi simpan pinjam dan koprasi konsumen.  Koperasi tersebut tidak memiliki struktur pengurus serta tidak lagi menyelenggarakan rapat anggota tahunan (RAT).

“Dan biasanya mereka kalah bersaing dengan toko modern yang kebanyakan bergerak di koperasi konsumen,” katanya.

Kedepan, Haman berharap, keberadaan koperasi memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan perekonomian di Kabupaten Ciamis yang ujungnya mampu membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Haman menambahkan, Pemerintah Kaupaten Ciamis memberikan kesempatan usaha yang seluas-luasnya kepada koperasi untuk mengelola potensi yang ada di Kabupaten Ciamis. Mulai dari sektor perikanan, perkebunan dan hortikultura.

“Dengan begitu, koperasi tidak hanya bergerak di sektor jasa keuangan saja,” katanya. (Heri/Koran HR)

KOMENTAR ANDA