Aspal Terkelupas di Jembatan Katapang Banjar Bahayakan Pengendara

Jalan berlobang di Jembatan Katapang, tepatnya di Jalan Brigjen. M Isa, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, kerap menimbulkan kecelakaan. Kondisi ini banyak dikeluhkan para pengemudi sepeda motor. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Aspal yang mengelupas di jalan Jembatan Katapang, tepatnya di Jalan Brigjen. M Isa, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, banyak dikeluhkan para pengemudi pengendara. Tak jarang, akibat kondisi tersebut mengakibatkan para pengendara, khususnya sepeda motor mengalami kecelakaan.

Dadang (37), salah seorang warga Purwaharja, mengatakan, terkelupasnya aspal di jalan Jembatan Katapang sudah hampir satu bulan lebih, dan saat ini kondisinya semakin parah. “Terkelupasnya aspal ini membuat jalan menjadi berlubang sepanjang kurang lebih satu meter dan memiliki kedalaman kurang lebih 15 centimeter,” kata Dadang, kepada Koran HR, Senin (18/03/2019).

Hal yang sama dikatakan Hendi Irwan (34), salah seorang pengendara sepeda motor asal Cimanggu, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis. Dirinya mengaku, pada Sabtu malam kemarin, keponakannya mengalami kecelakaan di lokasi tersebut akibat ban sepeda motornya menginjak jalan berlobang.

“Kondisi jalan berlobang seperti ini jelas sangat membahayakan. Keponakan saya pun jatuh dari motor di sini. Jadi, lobang di jalan ini sangat membahayakan bagi para pengguna jalan,” tutur Hendi.

Sementara itu, Adeng (38), warga Katapang, mengatakan, mengelupasnya permukaan jalan di lokasi jembatan terjadi selama musim hujan. Selain itu, juga akibat seringnya dilewati kendaraan besar. Ia pun berharap pemerintah melalui instansi terkait bisa secepatnya memperbaikinya.

“Kondisi aspal jalan yang mengelupas ini, tak jarang menjadi pemicu kecelakaan di jalur tersebut. Kecelakaan didominasi oleh para pengendara roda dua. Dalam hal ini, pengguna sepeda motor tidak menyadari ada jalan berlobang karena jalan yang rusak itu tertutup genangan air disaat hujan atau setelah hujan,” kata Adeng. (Hermanto/Koran HR)