Bisnis Aquascape dan Ikan Hias di Banjar Menjanjikan

Margono Sutrisno (31), Ketua Komunitas Ikan Hias dan Aquascape Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Bisnis Aquascape dan ikan hias air tawar maupun air asin (laut), kini mulai digandrungi masyarakat. Tidak hanya itu, pecinta ini pun datang dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda.

Beberapa komunitas Aquascape dan ikan hias pun mulai berkembang di berbagai daerah, seperti Bandung, Yogyakarta, Jakarta, Cirebon, Bogor, Tasikmalaya, Ciamis, maupun di Kota Banjar sendiri. Dari tren ini, banyak Aquascaper sebutan pecinta Aquascape dan komunitas ikan hias yang memanfaatkannya sebagai lahan bisnis.

Salah satunya Komunitas Aquascape dan Ikan Hias Kota Banjar. Komunitas yang beralamat di Jalan Mayjen Didi Kartasasmita, Lingkungan Parunglesang, RT. 06, RW. 07, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar itu, kini mulai menggeluti bisnis Aquascape dan ikan hias, seperti Arwana, Louhan, Cupang, Koi, dan ikan hias lainnya tersedia di komunitas ini.

Aquascaper sekaligus Ketua Komunitas Pecinta Ikan Hias dan Aquascape Kota Banjar, Margono Sutrisno (31), mengatakan, di Kota Banjar ini masih jarang yang menggeluti bisnis Aquascape. Sehingga, ia bersama teman-temannya mencoba bisnis Aquascape.

“Baru tiga bulan kami mencoba menggeluti bisnis Aquascape ini, dan alhamdulillah peminatnya sudah cukup lumayan banyak,” ungkapnya, kepada Koran HR, saat ditemui Sabtu (09/03/2019).

Ia juga mengatakan, di basecamp Komunitas Pecinta Ikan Hias dan Aquascape Kota Banjar ini, bukan hanya untuk tempat kumpul-kumpul saja, namun sudah dijadikan toko Ikan Hias dan menerima pesanan pembuatan jasa Aquascape berbagai ukuran.

“Selain hobi, kami sudah komitmen untuk menggeluti bisnis ini. Untuk Aquarium atau aquascape ukuran kecil 40 cm x 40 cm dan tinggi 50 cm, itu harganya 1,5 juta rupiah hingga 2,5 juta rupiah. Untuk ukuran besar dari harga 5 juta rupiah sampai 12 juta rupiah, semua tergantung kerumitannya,” terangnya.

Perakitan Aquascape tersebut meliputi satu buah aquarium, pasir, filter air, tanaman, pupuk, lampu hias, batu, karang, kayu apung, pendingin, serta ikan-ikan kecil yang ramah tanaman.

Menurut Margono, bisnis hobi ini cukup menjanjikan. Jika dijalani dengan ulet dan rajin, maka akan mampu menghasilkan seni bercocok tanam yang unik di dalam aquarium.

Senada dikatakan Arkan (24), anggota Komunitas Ikan Hias dan Aquascape Kota Banjar. Menurutnya, Aquascape merupakan teknik menata tanaman air dari berbagai komponen seperti karang, pasir, koral, filter air, pendingin hingga kayu apung di dalam sebuah aquarium. Ini akan membuat aquarium terlihat lebih manarik dan unik.

“Saat merakit aquascape dibutuhkan kemampuan skill dan kreativitas seni yang tinggi dalam menata tanaman air tawar atau air asin, sehingga hasilnya akan menarik dan mempunyai nilai seni yang sangat tinggi,” terangnya.

Egi (24), anggota Komunitas Ikan Hias dan Aquascape Kota Banjar lainnya, mengatakan, jika ada Aquascape di rumah bisa menghilangkan stress, karena aquascape dapat menghilangkan kepenatan dan memberikan kesejukan serta ketenangan.

Pendapat serupa diungkapkan Redi Arvian (40), warga Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang mengaku memiliki aquascape di rumahnya. Ia mengaku puas karena dengan adanya aquascape di rumahnya dapat menghilangkan kepenatan.

“Kalau pulang kerja, saya sering melihat aquascape dengan anak saya yang masih kecil. Kita melihat-lihat seperti nyata di alam air, ada gemercik airnya, ada tumbuhannya, serta ada ikan-ikan kecil kesana-kemari, sehingga capek atau lelah saya saat pulang kerja dapat terobati,” ungkap Redi.

Dengan berbisnis aquascape dan ikan hias air tawar maupun ikan hias air asin (laut), komunitas ini terus mengalami perkembangan. Bahkan dalam dua bulan terakhir ini sudah meraup untung hingga belasan juta rupiah. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA