BKAD Kunci Bersama Susun Rancangan Pembangunan 25 Tahun di Pangandaran

BKAD Kunci Bersama di Gedung DPRD Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 9 kabupaten yang tergabung dalam daerah perbatasan Kunci Bersama (Kuningan Cirebon Ciamis Brebes Banjar Cilacap Majalengka) melakukan penyusunan perencanaan pembangunan di Gedung DPRD Pangandaran, Selasa (19/03/2019).

Dalam kegiatan ini, mereka membahas dan mensinergikan perencanaan dengan program pemerintah provinsi dan pusat. Tak hanya itu, mereka juga bertekad menjadi mitra strategis untuk mewujudkan isu pembangunan yang terarah dan jelas selama 25 tahun ke depan.

Sekretaris Badan Kerjasama Antar Daerah (BKAD) Kunci Bersama, Maman Suparman, mengatakan, penyusunan masterplan kerja sama percepatan pembangunan kawasan perbatasan di wilayah Kunci Bersama ini dibagi dua tempat, yang pertama sudah dilakukan di Cirebon meliputi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Brebes.

“Regional Workshop Pangandaran ini merupakan yang kedua, meliputi 4 daerahl, seperti Ciamis, Kota Banjar, Pangandaran, dan Cilacap. Dalam pertemuan ini tentunya kita memfasilitasi dan membuat mimpi untuk 25 tahun ke depan dan kita potret dari sekarang,” kata Maman Suparman, Selasa (19/3/2019).

Maman menambahkan, Kunci bersama ini digagas mulai tahun 2011 dengan nama Kuningan Summit. Selama 9 tahun berjalan, ia mengklaim sudah ada manfaat yang dirasakan bersama.

 “Kita membuat pola di perbatasan ini agar mempunyai arah ke depannya, yakni berupa perencanaan dengan melibatkan konsultan dari PT LAPI ITB,” ujar Maman.

Ia menambahkan, bahwa masterplan ini dijadikan sebagai bahan awal perumusan Rencana Jangka Panjang Daerah (RJPD) di masing-masing daerah, minimalnya akan dipakai untuk bahan awal kewajiban dalam penyusunan Rencana Jangka Panjang Menengah Daerah (RPJMD) 5 tahun ke depan. 

“Kita membantu kabupaten/kota, khususnya di daerah perbatasan dalam menyiapkan program ke depan dengan dasar yang lebih kuat,” pungkas Maman. 

Sementara itu, tim penyusun masterplan Kunci Bersama dari PT LAPI ITB, Tatang Suheri ,mengatakan, penyusunan dokumen perencanaan ini merupakan alat negosiasi dan komunikasi antara kabupaten/kota ke tingkat pemerintah provinsi, pemerintah pusat maupun ke mitra-mitra strategis. Hal ini mengingat APBD yang terbatas. Meski begitu, tidak menjadi hambatan untuk menentukan arah kebijakan pembangunan yang jelas.

“Ini mimpi bersama di daerah perbatasan dalam penyusunan dokumen perencanaan yang terstruktur, sistematis, realistis, dan kolaboratif untuk disinergikan bersama kabupaten/kota di daerah perbatasan,” jelas Tatang Suheri.

Adapun isu-isu strategis yang diangkat, lanjut Tatang, di antaranya soal pengembangan sektor ekonomi, koridor transportasi penunjang pariwisata pantai dan lainnya. Apalagi pengembangan pembangunan Pangandaran sebagai destinasi yang menarik dan tak bisa berjalan sendiri. Akan tetapi perlu dibangun ekosistem bersama.

Sementara itu, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Dede Saeful Uyun, mengatakan, bahwa tahun ini Pangandaran sebagai daerah otonom yang sudah melalui 5 tahun sebagai DOB dan mendapatkan penilain terbaik dari Kemendagri. Selain itu, Pangandaran juga terus melakukan pembangunan sesuai RPJMD sebagaimana visi dan misi menjadi kabupaten tujuan wisata berkelas dunia.

“Kita sudah relokasi pedagang di pantai, membangun RTH, membangun RSUD dan tahun ini kita akan garap juga penataan pantai. Pembangunan infrastruktur dasar dan pelayanan dasar ini menjadi fokus kita. Proyek pembangunan strategis yang akan lebih menguatkan posisi di tingkat regional, nasional, dan internasional dengan adanya Kampus UNPAD, Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan, serta pembangunan PIAMARI dan Dermaga pelabuhan Bojongsalawe,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut Dede, Pemda Pangandaran juga memprioritaskan jalan-jalan yang menghubungkan ke Pangandaran, mulai dari kabupaten tetangga serta jalan objek wisata berdasarkan kebutuhan dan anggaran yang ada. “Semoga dengan kegiatan ini dapat berjalan lancar serta pembangunan yang bersinergi dengan kabupaten/kota di daerah perbatasan,” pungkas Dede. (Mad/Koran HR)