Hadapi Pileg 2019, RSUD Banjar Siapkan Ruang untuk Caleg Depresi

Kepala Poliklinik Tanjung RSUD Kota Banjar, Otong Jaenal Arifin, menunjukkan enam ruangan khusus untuk Caleg yang mengalami gangguan jiwa pasca Pileg April mendatang. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 17 April 2019 mendatang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar, sudah menyiapkan ruangan khusus bagi Calon Legislatif (Caleg) yang mengalami depresi. Ruangan tersebut berada di Poliklinik Tanjung.

Ruangan itu disediakan untuk mengantisipasi para Caleg yang mengalami depresi akibat kalah dalam pertarungan Pileg. Penyebab Caleg depresi biasanyanya dikarenakan telah mengeluarkan banyak dana (uang) untuk biaya saat kampanye. Namun, dalam pertarungan, Caleg tersebut malah kalah dan tidak dapat meraih kursi di parlemen.

Kepala Poliklinik Tanjung RSUD Kota Banjar, Otong Jaenal Arifin, mengatakan, pihak rumah sakit menyediakan enam ruangan khusus di ruang Tanjung, yaitu ruangan khusus untuk orang yang mengalami gangguan jiwa. Selain itu, juga untuk Caleg yang mengalami depresi berat pasca kalah dalam pertarungan Pemilihan Legislatif nanti.

“Di sini ada enam ruangan khusus untuk orang yang mengalami gangguan jiwa. Tidak menutup kemungkinan, tempat ini pun kami sediakan untuk Caleg yang mengalami depresi berat,” ujarnya, kepada Koran HR, Kamis (14/03/2019).

Keenam ruangan tersebut dipasang jeruji besi, dan dari enam ruangan itu, ada dua ruangan khusus, yakni ruangan isolasi yang dikhususkan bagi pasien penderita depresi akut atau pasien yang baru masuk. Sedangkan, empat ruangan lainnya untuk pasien dalam masa pemulihan.

Lebih lanjut Otong mengatakan, di ruangan Tanjung ini sudah disiapkan dua orang dokter ahli jiwa dan sejumlah perawat untuk menangani pasien depresi berat, atau gangguan jiwa.

“Ruang Tanjung berada di bagian belakang RSUD dan jauh dari keramaian. Hal ini supaya perawat saat menangani pasien bisa lebih intensif. Ruangan ini pun tidak hanya menampung pasien yang mengalami depresi dari Kota Banjar saja, tapi pasien dari luar kota pun kami terima,” terang Otong.

Ruangan tersebut disediakan hanya untuk mengantisipasi saja. Pihak RSUD Kota Banjar pun berharap, dalam pertarungan Pileg nanti, tidak ada Caleg yang mengalami depresi berat (stres) atau gangguan kejiwaan.

Adanya ruangan khusus penanganan Caleg depresi pasca Pileg di Poliklinik Tanjung RSUD Kota Banjar, mendapat tanggapan dari Eman (53), warga Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.

Dirinya mengaku jadi teringat pada kasus Pemilu tahun 2014 lalu, di mana ada salah satu Caleg dari wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang mengalami stres berat akibat kalah dalam “pertarungan” dan harta bendanya habis dipakai biaya kampanye.

“Dengan adanya ruang tersebut di di RSUD, menurut saya positif, karena bisa membantu masyarakat yang tengah mengalami depresi berat. Saya berharap usai Pileg nanti tidak ada Caleg kalah yang mengalami depresi berat seperti tahun 2014 lalu,” ujar Eman.

Sementara itu, Dwi, salah satu perawat yang bertugas di Poliklinik Tanjung RSUD Kota Banjar, mengaku kalau dirinya bersama perawat lainnya sudah terbiasa dalam menangani pasien yang mengalami gangguan jiwa.

Menurutnya, dalam menangani pasien penderita depresi atau gangguan jiwa harus dengan cara yang lembut, artinya tidak boleh kasar. “Kami sudah terbiasa menangani pasien seperti itu, bahkan pernah juga ada yang ngamuk. Tapi alhamdulillah bisa diatasi,” terangnya.

Dwi menyebutkan, saat ini di ruang Poliklink Tanjung RSUD Banjar diisi oleh tiga pasien depresi. Semuanya mengalami depresi karena masalah keluarga, himpitan ekonomi, dan lain-lain.

Menanggapi hal ini, salah seorang Caleg dari Partai Golkar, Edi Susanto, mengaku kalau dirinya sangat mendukung dengan adanya ruangan khusus bagi Caleg yang mengalami depresi akibat kalah dalam Pileg.

“Hal itu bukan suatu masalah bagi saya, karena sebelum ditetapkan menjadi Caleg, saya sendiri sudah mempersiapkan segalanya. Dalam pertarungan di Pileg nanti, Caleg harus punya keteguhan jiwa dan harus siap menang dan kalah,” tandas Edi. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA