IPNU & PMII Banjar Siap Kampanye Bahaya Sampah Plastik

Ketua IPNU Kota Banjar, Aji Muhammad Iqbal. Foto: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Menyambut keputusan Munas dan Konbes PBNU yang berlangsung pada 27 Februari-01 Maret 2019 di Ponpes Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo Kota Banjar, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Kota Banjar dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, bersepekat untuk menindaklanjuti keputusan tersebut melalui gerakan, salah satunya soal bahaya sampah plastik.

Sebelumnya, dalam Munas tersebut sampah plastik dibahas karena menjadi persoalan dunia. Hal itu akibat faktor industri dan rendahnya budaya masyarakat dalam menyadari resiko bahaya sampah plastik. Sehingga, dalam penanganan sampah harus memasukkan elemen budaya, agar terbangun cara pandang dan perilaku masyarakat terhadap pentingnya menghindarkan diri dari bahaya sampah.

Ketua IPNU Kota Banjar, Aji Muhammad Iqbal, mengatakan, salah satu rekomendasi tersebut terbilang sangat penting untuk ditanggapi bersama. Bukan hanya kalangan Nahdliyyin saja, akan tetapi semua elemen masyarakat harus bersama-sama sadar akan bahaya sampah plastik.

“Plastik itu bisa terurai hingga umur ratusan tahun. Ini sangat bahaya bagi ekosistem di bumi dan sekitar lingkungan kita. Maka dari itu, mulai sekarang kampanye bahaya sampah plastik harus terus dikumandangkan oleh semuanya, termasuk di kalangan pelajar,” katanya, kepada Koran HR, Selasa (05/03/2019).

Menurut Aji, kampanye bahaya sampah plastik dari kalangan pelajar sangat penting dilakukan, mengingat usia mereka yang masih produktif. Harapannya, mereka ke depan bisa menjadi garda terdepan dalam hal penanganan sampah. Minimalnya menjadi penggerak kampanye pengurangan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

“Secara organisasi, tentu saja kita siap bersama siapa saja untuk kampanye bahaya sampah plastik, baik dengan NGO ataupun pemerintah. Paling tidak di internal kita sendiri terus diwacanakan agar mereka bisa buang sampah pada tempatnya. Syukur-syukur bisa mengurangi penggunaan plastik,” ujar Aji.

Senada dikatakan Irfan Ali Sya’bana, Ketua PMII Kota Banjar. Menurutnya, masalah sampah plastik dan buang sampah sembarang sudah menjadi persoalan akut yang harus digebrak secara massif. Artinya, masyarakat dari segala latar belakang harus bersama-sama berkomitmen menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta mengurangi penggunaan plastik.

“Buang sampah ke sungai bagi sebagian masyarakat dianggap biasa saja. Begitu pula di hajatan maupun acara keagamaan, meski pada akhirnya dibersihkan. Namun, hal itu mencirikan bahwa masyarakat kita masih kurang peduli terhadap bahaya sampah. Jika kita mulai dari hal-hal kecil itu, kita yakin dampaknya pun terhadap kita bisa berkurang, seperti longsor, banjir, pendangkalan sungai maupun pengikisan tanah,” tandasnya.

Irfan menambahkan, kondisi kurang sadarnya akan bahaya sampah di tengah-tengah masyarakat selain menjadi tugas bersama, juga harus terus dikampanyekan dalam berbagai kesempatan. Baik dalam kegiatan masyarakat, kegiatan di dunia pendidikan, bahkan kegiatan pemerintah.

Ia mencontohkan, untuk memasok kebutuhan darah di PMI, setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat selalu menghadirkan PMI yang siap menerima donor darah dari warga. Dengan begitu, warga dengan leluasa memberikan darahnya kepada PMI.

“Sama halnya juga soal sampah. Jika dalam setiap kesempatan selalu disinggung soal sampah, saya yakin kebiasaan-kebiasaan baik itu akan mulai terasa ke depannya. Sebagai organisasi mahasiswa, tentu saja kita sepakat dan akan memulainya dari internal, dan ke depan bisa bersama dengan yang lainnya,” kata Irfan. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA