Komunitas Matahati; Tidak Bermaksud Mempermalukan Pemerintah Ciamis

Komunitas Matahati Banjarsari memberikan bantuan sembako kepada Ibu Sarifah, warga RT 7 RW 1, Dusun Cikohkol, Desa Sukasari, Banjarsari. Ibu Sarifah adalah jompo tuna netra yang tidak tersentuh Program BPNT. Foto : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Meski mendapatkan banyak ganjalan, komunitas Matahati Banjarsari terus bergerak di bidang sosial. Dengan pasukan 10 orang pengurus dan 20 orang relawan, komunitas ini terus bergerak mengetuk hati masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama.

Sebagai agenda rutin bulanan, Matahati bulan ini melaksanakan kegiatan berbagi bantuan sembako kepada 45 orang jompo yang ada di wilayah Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

“Kami (Matahati) bergerak sesuai nurani dan bukan untuk mempermalukan pemerintah. Kami bergerak atas dasar rasa prihatin karena banyak warga yang hidupnya di bawah garis kemiskinan. Sasaran kami adalah para jompo yang tidak tersentuh bantuan dari pemerintah,” kata Ketua Komunitas Matahati, Mohamad Abid Buldani, Selasa (05/03/2019).

Di usia yang baru seumur jagung, kata Abid, tidak sedikit Komunitas Matahati mendapatkan kendala yang begitu rumit. Terutama benturan dengan pemerintah setempat yang kurang begitu respon dengan kegiatan Komunitas Matahati.

“Seakan mereka tidak terima dengan adanya kegiatan kami. Padahal jelas, Matahati dalam hal ini bukan untuk mempermalukan mereka. Kami tidak pernah merepotkan mereka. Yang ada justru kami ingin membantu untuk merigankan beban pemerintah. Tujuan kami jelas, bukan mau merongrong pemerintah. Tapi mengajak  melangkah bersama-sama untuk mengasah kembali rasa empati dan kepedulian terhadap sesama,” tandasnya.

Menurut Abid, komunitas Matahati didirikan bersama rekan-rekan mahasiswa yang ada di wilayah Kecamatan Banjarsari. Komunitas ini mempunyai tujuan jelas dan bukan untuk mempermalukan pemerintah.

“Kami selalu melakukan survey serta analisa. Kami berusaha berfikir bagaimana persoalan sosial di masyarakat tertatasi. Alhamdulillah, apa yang kami lakukan bisa terwujud, merangkul dan menyentuh hati donatur. Terbukti, sedikit demi sedikit persoalan ini bisa kita atasi. Lantas apakah kami salah jika ingin membangun kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” katanya.

Abid menegaskan, meski banyak kendala yang selalu dihadapi, komunitas Matahati tidak pernah akan mundur dan patah semangat. Komunitas Mathati akan terus bergerak mewujudkan cita-cita membantu sesama.

Kapolsek Banjarsari Apresiasi Kegiatan Matahati

Kapolsek Banjarsari, Kopol Sayimin, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan Komunitas Matahati. Menurut dia, Komunitas Matahati patut diapresiasi karena gerakan sosial yang dilakukannya untuk meningkatkan kepedulian lingkungan dan membantu sesama.

“Komunitas Matahati kegiatannya jelas. Justru negara membutuhkan orang-orang seperti mereka. Jika Bi banjarsari ada 10 organisasi seperti MataHati, saya yakin Banjarsari akan lebih maju dan berkembang. Kami yakin, persoalan sosial di masyarakat bisa diatasi dengan cepat,” katanya. (Suherman/Koran HR)   

KOMENTAR ANDA