Kondisi Bangunan Tempat Pelatihan Kerja Gratis di Ciamis Memprihatinkan

Balai KLK
Bangunan kantor UPTD KLK Disnaker Ciamis yang juga dijadikan sebagai tempat Pelatihan Kerja Gratis di Jalan Raya Banjar-Ciamis, Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis. Foto: Fahmi/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Yudy Herdiana, kepala UPTD Kursus Latihan Kerja (KLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ciamis berharap pemerintah Kabupaten Ciamis memperhatikan bangunan yang selama ini menjadi Balai Kursus Latihan Kerja.

Pasalnya, bangunan tersebut kini terlihat memprihatinkan. Atap kantor sudah dipasang penyangga dari bambu, sementara temboknya sudah retak. Padahal bangunan yang terletak di Jalan Raya Banjar-Ciamis, No. 24, Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing ini sudah sering dijadikan tempat pelatihan kerja masyarakat Ciamis.

“Ke depan inginnya kantor Balai KLK ini disediakan juga mess dan tempat pelatihan juga lebih luas,” kata Yudy pada HR Online, Rabu (20/3/2019).

Mess ini menurut Yudy berguna agar para peserta pelatihan kerja bisa menginap selama masa pelatihan, sehingga tidak perlu pulang pergi. “Kalau menginap peserta bisa fokus, tidak memikirkan gimana di jalannya,” terang Yudy.

Sementara, tempat pelatihan yang luas berguna agar dapat menampung peserta pelatihan yang lebih banyak lagi. UPTD KLK sendiri kata Yudy, dalam setahun telah melaksanakan 9 gelombang pelatihan kerja. Dalam satu gelombang, ada beberapa paket pelatihan, yakni, pelatihan service sepeda motor, pelatihan tata rias, pelatihan menjahit, pelatihan processing hasil pertanian, pelatihan bordir, pelatihan komputer, pelatihan budidaya jamur tiram dan pelatihan budidaya ikan lele.

“Setiap paket pelatihan tersebut diikuti oleh 16 peserta, pelatihannya dilaksanakan selama 20 hari,” kata Yudy.

Peserta yang mengikuti pelatihan kerja di Balai KLK, kata Yudy, tidak dipungut biaya. Karena gratis tersebut, antusias warga sangat tinggi, sehingga UPTD KLK Disnaker Ciamis harus melakukan seleksi. “Pelatihannya kan dibiayai pemerintah, peserta juga diberi seragam, makan satu kali sehari dan juga uang transport,” terang Yudy.

Namun, sayangnya antusias warga tersebut tidak dibarengi dengan fasilitas bangunan yang digunakan sebagai tempat pelatihan kerja. “Kami selaku UPTD hanya pelaksana teknis di lapangan, programnya sendiri berasal dari Balai Pelatihan Kerja provinsi, tapi selama ini pelatihan-pelatihan yang kami laksanakan bermanfaat bagi para peserta, banyak yang buka usaha sendiri, karena itu bangunannya sudah seharusnya lebih diperhatikan,” kata Yudy. (Fahmi/R7/HR-Online)

KOMENTAR ANDA