KPU Kota Banjar Optimis Pemilu 2019 Berjalan Baik

Anggota Komisioner KPU Kota Banjar, Wahab Hasbullah saat melakukan sosialisasi. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- KPU Kota Banjar optimis dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 bisa berjalan dengan baik. Selain persiapan yang cukup matang, sosialisasi juga terus dilakukan bersama Relawan Demokrasi ke berbagai segmen di kalangan masyarakat.

Anggota Komisioner KPU Kota Banjar, Wahab Hasbullah, mengatakan, Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Banjar sebanyak 147.553 orang. Jumlah sebanyak itu tersebar di 4 kecamatan yang ada di Kota Banjar.

Ia juga menyebutkan, bahwa di Kota Banjar terdapat 2 orang Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki e-KTP, namun tidak masuk dalam DPT. Termasuk 4 WNA lainnya yang memiliki surat izin tinggal terbatas juga tidak berhak memilih dalam Pemilu 2019.

“Jadi, WNA meskipun memiliki e-KTP itu tidak berhak memilih. Sebab, yang berhak memiliki hak menyalurkan suaranya adalah WNI,” kata Wahab, kepada Koran HR, Selasa (05/03/2019).

Kaitannya dengan persiapan pelaksanaan Pemilu 2019, lanjut Wahab, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kota Banjar dari berbagai segmen. Apalagi saat ini KPU dibantu oleh 55 orang Relawan Demokrasi (Relasi) yang menyasar 11 segmen, seperti disabilitas, pemilih pemula, kalangan agama, dan lainnya.

“Setiap sosialiasi, kita sampaikan teknis bagaimana pemilih itu menyalurkan hak suaranya saat datang ke TPS masing-masing. Mulai dari teknsi membuka surat suara, mencoblos, melipat hingga memasukkan ke kotak suara. Selain itu, kita juga sampaikan soal warna pada surat suara yang membedakan, apakah itu surat suara untuk Capres-Cawapres, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, ataupun DPRD Kabupaten/Kota,” paparnya.

Dalam simulasi pemilihan di Bogor, kata Wahab, hampir satu orang bisa memakan waktu mulai 4 hingga 7 menit, mulai dari menerima surat suara hingga memasukkan ke kotak suara.

Sedangkan, di Kota Banjar sendiri, hampir setiap TPS mencapai sekitar 300 orang, yang artinya proses pemilihan bisa selesai sekitar 6,25 jam. Sementara, proses pemilihan yang ditetapkan hanya 5 jam, yakni mulai pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB.

“Memang kalau secara hitungan begitu menjadi tantangan sendiri bagi kami, khususnya di bagian teknis seperti saya. Namun, kita yakin pada pelaksanaan nanti Pemilu 2019 bisa berjalan sesuai yang diharapkan,” tandasnya.

Wahab juga menyampaikan, bahwa capaian akhir dalam Pemilu tahun ini adalah bagaimana partisipasi pemilih meningkat, dan angka surat suara tidak sah menurun. Artinya, keseimbangan antara partisipasi masyarakat harus terbukti dengan mencoblos di bilik suara.

“Percuma saja kalau partisipasi pemilih meningkat, tapi angka surat suara tidak sah malah naik, ini tidak seimbang. Maka dari itu, kita menargetkan keseimbangan itu dengan terus melakukan sosialisasi di berbagai kesempatan,” pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA