Mengenal Meatball, Band Rock Legendaris dari Ciamis

Meatball Band
Personil Meatball, band rock dari Ciamis. Kiri ke kanan: Riki 'Eyot' (drummer), Yudi Panji (bass), Ari (vokal), dan Noorman (gitar). Foto: Dokpri

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),- “Lama aku menatapmu, menatap merah pipimu, hei kau manis berkata manja, akulah yang kau inginkan.” Gadis Binal-Meatball Band

Penggalan lirik di atas berasal dari lagu berjudul ‘Gadis Binal’ karya band rock legendaris asal Ciamis, Meatball. Band yang berdiri sejak 9 September 2000 ini telah malang melintang dari satu panggung ke panggung di Priangan Timur.

Musikalitas band yang digawangi Ari Rulli (vokal), Noorman Subagja (gitar), dan Ricky ‘Eyot’ Nelson (drum) dan Yudi Panji  (bass) ini diakui oleh musisi rock papan atas, seperti God Bless. Pada tahun 2017, vokalis Meatball, Ari terpilih menjadi teman duet Ahmad Albar pada salah satu konser God Bless di Kota Banjar.

Noorman sang gitaris pada kesempatan itu juga berhasil mewujudkan impiannya untuk jamming bersama /Riff. Noorman bahkan pernah menempati rangking 6 besar dari 308 gitaris Indonesia di bawah umur 30 versi majalah Gitar Plus pada tahun 2008.

Bukan hanya personilnya saja, Meatball juga beberapa kali ditunjuk sebagai opening act pada beberapa konser band-band legendaris Indonesia, selain God Bless dan /Riff, Meatball juga pernah satu panggung bersama Cokelat.

Ari sang vokalis yang terkenal karena lengkingan suaranya itu mengaku memilih nama Meatball dengan tujuan menggaet cewek. Meatball memang terbentuk saat beberapa personilnya masih duduk di bangku SMA.

“Saat itu berpikir, apa sih yang sering diidamkan cewek? Ya pasti bakso, tiap perempuan itu pasti seneng bakso kan? Dari sanalah nama Meatball keluar,” terang Ari.

Terdengar seperti main-main, tetapi proyek iseng tersebut mengantarkan mereka hingga mengeluarkan album pada tahun 2005. Album indie label bertajuk The Badest Rock N’ Roll diproduksi oleh Kart Studio, Ciamis. Isinya tentu saja, lagu-lagu rock garang seperti Gadis Binal, Bintang Rock N ‘ Roll, I’m Here For You, Lest Rock, Hope, dan Endless.  

Hingga saat ini, Ari bahkan mengaku jika Meatball bermain band untuk bersenang-senang. Karena itu, mereka mengaku tidak terlalu pusing dengan popularitas. Karena tidak lagi mencari popularitas dan lebih mengedepankan kekeluargaan, Ari mengaku mereka kadang berkumpul sambil membawa keluarga masing-masing.

Namun, karena berawal dari niat bersenang-senang itu, penampilan Meatball di panggung selalu menarik para penonton yang baru mengenalnya. Lagu-lagu rock seperti Highway To Hell-nya AC/DC sering dibawakan Meatball dengan musikalitas tinggi dan tentu saja, tanpa beban.

Pemilihan aliran rock sebagai genre musik yang kurang populer untuk masyarakat Ciamis juga menarik.  Yudi Panji, bassis Meatball yang juga merupakan salah satu musisi senior Ciamis menjelaskan, rock merupakan musik passion mereka. Diakui Yudi, masing-masing personil merupakan penggemar musik rock. Noorman mengaku mengagumi R.E.D, Ari sang vokalis mengatakan banyak terispirasi musik Van Hallen, sementara Riki sang drummer mengagumi Oedipus.

“Musik itu adalah suara hati, suara jiwa lah, dan musik rock punya segmentasi penggemar sendiri,” kata Yudi.

Sementara Noorman sang gitaris mengaku bermain band bersama Meatball mendidiknya untuk tahu arti kebersamaan, kerja keras dan saling menghargai, “Banyak momen suka duka bersama teman-teman yang loyal dan berdedikasi tinggi di band ini,” kata Noorman.

Meatball hampir 19 tahun bermain music rock, sangat sedikit band rock daerah yang bisa bertahan lama seperti Meatball. Personil Meatball telah membuktikan, bandnya tidak hanya bertahan asal tidak bubar, tapi Meatball juga aktif bermain dari panggung ke panggung setiap ada kesempatan sehingga terlihat hidup dan tidak terkesan hanya bernafas saja.

Terakhir, Noorman berharap panitia acara-acara musik di Ciamis melihat kiprah band dan apa yang sudah dilakukan oleh sebuah band, bukan berdasarkan kedekatannya dengan panitia.

“Bila sebuah band dengan kiprah bagus pun akan kalah dengan band yang dekat sama panitia, misal, dengan dilihat dari susunan rundown acara, masa band yang baru bisa tampil di akhir acara sedangkan band dengan kiprah kemana-mana di awal-awal acara? Ini kita bicara di ruang lingkup amatir ya, band daerah, bukan kelas artis,” pungkasnya. (Ndu/R7/HR-Online)