Pembangunan di Pangandaran Maju Pesat, Agun Gunandjar Puji Bupati Jeje

pembangunan di Pangandaran
Anggota DPR RI yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, saat menjadi pembicara pada sosialisasi 4 pilar MPR RI, di Gedung Dakwah Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Minggu (10/03/2019). Dalam kesempatan itu, Agun memuji pembangunan di Pangandaran yang begitu pesat. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Anggota DPR RI yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, mengapresiasi pembangunan di Pangandaran, Jawa Barat, yang dinilainya maju pesat. Menurutnya, meski Pangandaran sebagai daerah otomom baru, namun hasil pembangunannya tidak kalah dibanding dengan kabupaten/kota lainnya yang sudah lama berdiri.

“Saya melihat kemajuan pembangunan di Pangandaran ini tidak lepas dari komitmen dan kebijakan bupati-nya. Saya sahabat Pak Jeje Wiradinata. Kami sudah lama bersahabat. Saya tahu betul Pak Jeje ini seorang politisi cerdas yang memiliki integritas dan mau berjuang untuk kepentingan rakyat,” kata Agun, di hadapan ratusan masyarakat yang mengikuti kegiatan sosialisasi 4 pilar MPR RI, di Gedung Dakwah Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Minggu (10/03/2019).

Agun mengungkapkan, dalam waktu hampir 7 tahun Pangandaran berdiri sebagai daerah otonom baru, banyak sekali perubahan, terutama dalam bidang infrastruktur. Menurutnya, hal itu sesuai dengan cita-cita pemekaran yang dulu digaungkan oleh masyarakat Pangandaran saat ingin berpisah dari Kabupaten Ciamis.

“Saya adalah mantan Ketua Komisi II DPR RI atau orang di parlemen yang memperjuangkan pembentukan Kabupaten Pangandaran. Dulu saya tanya kepada masyarakat Pangandaran, kenapa ingin berpisah dari Ciamis? Mereka menjawab, karena ingin dilakukan percepatan pembangunan infrastruktur dan pelayanan yang dimana saat itu kondisinya dianggap tertinggal. Nah, hari ini Pak Jeje sudah melaksanakan cita-cita pemekaran itu,” terangnya.

Agun menegaskan, jangankan dibandingkan dengan daerah-daerah pemekaran yang usianya sama, kemajuan pembangunan di Pangandaran justru sudah melampaui kabupaten/kota yang sudah lama berdiri.

“Perlu diakui bahwa sebuah daerah maju tidak akan lepas dari peran seorang kepala daerahnya. Hari ini kita bisa lihat infrastruktur di Pangandaran seperti jalan sudah bagus, pembangunan puskesmas berlantai dua, termasuk rumah sakit daerah yang memakan anggaran ratusan miliar rupiah dalam jangka waktu singkat atau 2-3 tahun. Itu sudah sangat luar biasa. Artinya, bupati Pangandaran memiliki komitmen dalam mewujudkan cita-cita rakyatnya,” ujarnya.

Agun mengatakan, dengan hasil pembangunan yang begitu luar biasa, menandakan bahwa bupati Pangandaran tidak diam. Malah dia selalu bekerja untuk kepentingan rakyatnya. “Saya mengapresiasi kepada Pak Jeje Wiradinata yang semua programnya mementingkan kepentingan rakyat. Dia paham betul apa yang dinginkan rakyatnya. Ini patut ditiru oleh kepala daerah lainnya di Indonesia,” katanya.

Agun mengatakan, meski dirinya dengan Jeje Wiradinata berbeda partai politik, namun sudah menjalin persahabatan yang cukup lama. “Setiap bertemu, kami selalu berdiskusi. Saya juga selalu sampaikan apabila ada aspirasi dari masyarakat Pangandaran. Apapun itu aspirasinya. Mau baik saya katakan baik. Begitupun salah saya sampaikan salah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, dalam sebuah kesempatan, menyebut jika Agun Gunandjar Sudarsa pantas mendapat julukan Bidan Pemekaran Kabupaten Pangandaran. Karena Agun memiliki peranan besar, terutama saat memperjuangkan di parlemen, dalam memekarkan Pangandaran berpisah dari Kabupaten Ciamis

“Bagi Pak Agun, Pangandaran ibarat rumahnya sendiri. Rumah yang dibuat oleh Pak Agun. Maka pantas jika kita selaku masyarakat Pangandaran berterimakasih kepada Pak Agun,” ujar Jeje. (Mad/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA