Pemkab Pangandaran dan Bank BJB Tandatangani MOU ‘One Village One Company’

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat menandatangani MOU bersama Bank BJB, Rabu (6/3/2019). Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),–  Pemkab Pangandaran dan Bank BJB menandatangani MOU terkait pemberdayaan perekonomian masyarakat desa melalui fasilitas perbankan. Bertempat di aula sebuah hotel di Pangandaran, program yang diusung Bank BJB adalah one village one company atau satu desa satu perusahaan, Rabu (6/3/2019).

Bupati Kabupaten Pangandaran, H.Jeje Wiradinata mengatakan, Pemkab Pangandaran telah melakukan upaya penguatan perekonomian desa melalui BUMDes dan e-warung yang digunakan sebagai pelayanan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Kita akan lihat dan dorong penguatan BUMDes dan e-warung ini, biayanya tidak mahal hanya perlu keseriusan penanganannya saja,” kata Jeje.

Jeje menjelaskan kebutuhan konsumsi masyarakat masih banyak yang belum ada di desa, sehingga terpaksa harus mengambil dari luar seperti daging ayam, sapi, dan cabe. Karena itu keberadaan BUMDes ini sangat diharapkan bisa membantu penyediaan kebutuhan konsumsi masyarakat tersebut.

“Kita upayakan terus penguatan potensi Desa untuk bisa mengembangkan perekonomian masyarakatnya,” pungkas Jeje.

Sementara Kepala Divisi Kredit UMKM bank BJB Pusat, Deni Mulyadi mengatakan, kiprah bank BJB mendorong berbagai upaya dalam peningkatan perekonomian di daerah, salah satunya adalah dengan ditandatanganinya MOU pengembangan usaha one village one company. Hal tersebut bertujuan untuk menguatkan BUMDes sebagai potensi desa agar para pemuda di desa tidak perlu lagi bekerja di kota. 

“Potensi di daerah sangat besar terutama ada BUMDes yang berkiprah pada pemberdayaan perekonomian masyarakat. Kesejateraan masyarakat di tingkat desa itu merupakan tugas Bank BJB dan Pemerintah Daerah,” kata Deni saat ditemui HR Online, Rabu (6/3/2019).

Deni menambahkan dari sisi keuangan, Bank BJB melalui BUMDes bisa melayani simpanan tabungan, deposito, dan giro. Sementara dari sisi pinjaman bisa diakses apabila BUMDes sudah maju dan berkembang.

Lebih lanjut Deni Mulyadi mengatakan, tugas Bank BJB dan Pemerintah Daerah adalah membantu mengembangkan potensi yang ada di desa dengan melakukan pembinaan dan pelatihan. Hal tersebut kemudian ditunjang dengan program Bank BJB untuk membantu para pengusaha dan para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) dengan penyaluran Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Mesra).

“Kita adakan juga pelatihan dan pembinaan seperti aspek pembukuan dan aspek manajerial serta pemasarannya, sebelum diberikan pinjaman,” kata Deni Mulyadi. 

Program peningkatan ekonomi masyarakat melalui penyaluran kredit tanpa jaminan dan bunga itu akan dilakukan Bank BJB untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu diharapkan dengan adanya penyaluran kredit ini bisa mencegah maraknya praktek rentenir yang sering menjerat warga.

Deni menambahkan untuk kemitraan lainnya, Deni berharap pemerintah daerah melalui desa bisa memiliki sistem pelatihan. Selain itu, dari segi pemasarannya bisa dilkukan melalui internet yang diunggah oleh BUMDes. “Sehingga dengan  penguatan perekonomian desa ini potensi para pemuda bisa berguna di desa, dan mereka tidak perlu hijrah ke kota,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online) 

KOMENTAR ANDA