Terdampak Angin Kencang, Petani di Langensari Banjar Panen Lebih Awal

Arifin saat menujukkan padi di sawah yang roboh. Foto: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-Mengawali panen padi di musim penghujan tahun ini, petani di wilayah Kota Banjar, khususnya sebagian di wilayah Kecamatan Langensari, begitu antusias menyambutnya, meskipun sebagian di antara padi di sawah mereka yang terdampak angin kencang yang menyebabkan roboh.

Pantauan Koran HR, areal pesawahan yang dipanen para petani di Langensari belum seluruhnya. Hamparan sawah yang didominasi tanaman padi tampak sebagian sudah mulai menguning. Sementara sebagian petak sawah lainnya tampak masih ada yang hijau, bahkan roboh karena angin. Sedangkan beberapa titik lainnya tampak petani yang terpaksa memanen padinya lebih awal karena takut padinya yang roboh menjadi busuk.

Arifin, salah satu buruh tani, mengatakan, pada musim panen kali ini ia bersyukur lantaran intensitas hujan tidak begitu besar, meski terbilang sering. Selain itu, angin kencang yang terjadi akhir-akhir ini juga tidak begitu parah, sehingga padi yang roboh juga tidak terlalu banyak.

“Panen kemarin banyak sekali yang roboh padinya, tidak seperti sekarang. Tapi ada juga sawah yang semuanya roboh, namun sudah layak panen sehingga ruginya tidak terlalu besar jika dibanding dengan kondisi masih hijau dan mengalami roboh,” tuturnya, Selasa (26/03/2019).

Ia menambahkan, sawahnya yang sebagian mengalami roboh dan masih hijau, terpaksa diangkat lagi dengan cara diikat. Sementara itu yang sudah tidak bisa diselamatkan, terpaksa dipetik untuk pakan hewan ternak di rumah.

“Mudah-mudah saja tidak ada angin kencang lagi agar padi di sawah saya tidak roboh. Meski ini sedikit yang roboh, tapi tetap saja merugikan,” pungkasnya.

Hal senada juga dikatakan Muhlis, warga lainnya. Ia mengatakan sawah miliknya juga terdampak angin kencang yang terjadi beberapa waktu lalu. Meski tidak semuanya roboh, namun ia mengaku tidak masalah lantaran padinya sudah kuning dan siap dipetik.

“Yang kasihan itu kalau masih hijau tapi roboh, apalagi yang sering diterjang banjir seperti di wilayah Puloerang Lakbok. Tentu saja saya sangat bersyukur di areal pesawahan di Langensari mayoritas bisa dipanen dua kali dalam setahun,” pungkasnya. (Muhafid/Koran-HR)