Peternak Ayam di Ciamis Keluhkan Harga Pakan

Ilustrasi. Foto: Net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Peternak ayam yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GO-PAN) mengeluhkan masih tingginya harga pakan ayam. Padahal, harga bahan baku, yakni jagung, sudah turun dari Rp. 6.400 menjadi Rp. 3.500 perkilogram sejak satu bulan yang lalu.

Ketua GO-PAN, Herry Dermawan, pada acara forum group discussion (FGD), di Aula Gedung PKK Ciamis, Selasa (05/03/2019), mengungkapkan sejumlah fakta-fakta mengenai masih tingginya harga pakan ayam. 

Herry menjelaskan, saat ini harga pakan ayam masih bertengger di angka Rp. 7.400 perkilogram. Sedangkan sejak satu tahun setengah, harga day old chick (DOC), stabil di kisaran Rp. 6.500 sampai Rp. 7.000 perekor.

“Dan harga yama di kandang peternak merosot. Dua hari ini saja, turun dari Rp. 14.500 perkilogram menjadi Rp. 13.000 perkilogram,” katanya.

Menurut Herry, ketika harga jagung turun Rp. 6.400 perkilogram, harga pakan ayam Rp. 7.400 per kilogram. Setelah satu bulan lalu harga jagung turun menjadi Rp. 3.500 perkilogram, harga pakan masih tetap saja Rp. 7.400 per kilogram.

Bisa jadi, kata Herry, pabrikan pakan berdalih bahwa bahan baku pakan yang mereka produksi berasal dari jagung yang dibeli pada saat harga Rp 6.400 perkilogram. Tapi, Bulan November 2018, pabrikan justru mengeluh susahnya mendapatkan bahan baku jagung.

Anehnya, lanjut Herry, sekarang pabrikan mengaku bahwa bahan baku jagung yang mereka gunakan adalah jagung dengan harga Rp. 6.400 perkilogram. Dengan kejadian itu, Herry justru menduga ada pihak yang sengaja melakukan penimbunan terhaap bahan baku jagung.

Herry sangat berharap, penurunan harga pakan, maksimal Rp. 1.000 perkilogram, bisa mengurangi beban harga pokok produksi (HPP) dan beban rugi yang ditanggung oleh para peternak.

“Faktanya sekarang, harga ayam  BR turun ke titik terendah, yakni sampai Rp. 13.000 perkilogram. Padahal, HPP (BEP) Rp. 18.000 perkilogram. Seandainya harga pakan dan DOC turun, kerugian peternak tidak terlalu besar,” katanya.

Menurut Herry, pada saat harga ayam meroket, pemerintah bereaksi keras bahkan sampai menggelar sidak ke pasar-pasar. Tetapi saat harga ayam merosot seperti sekarang, reaksi pemerintah justru tidak ada.    

Padahal berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 69 tahun 2018 tentang harga acuan ayam ras pedaging broiler (BR) di tingkat peternak, harga acuan terendah di tingkat peternak adalah Rp. 18.000 perkilogram dan harga tertinggi Rp. 20.000 perkilogram. (Deni/Koran HR)

KOMENTAR ANDA