Pohon Mahoni di Jalan Provinsi di Ciamis Ini Membahayakan

Keberadaan pohon Mahoni di pinggir jalan propinsi, tepatnya di depan Rumah Makan (RM) Baso Melajaya, di Desa Kawali, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, dikeluhkan warga. Foto : Eji Darsono/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Keberadaan pohon Mahoni di pinggir jalan propinsi, tepatnya di depan Rumah Makan (RM) Baso Melajaya, di Desa Kawali, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, dikeluhkan warga. Warga berharap ranting pohon yang menjulur ke jalan itu segera dipotong atau dirapikan. 

“Karena bila ranting patah, dikhawatirkan menimpa pengendara atau warga yang sedang melintas. Soalnya, di saat musim hujan seperti saat ini, ranting pohon mudah patah bila tertiup angin,” kata Dedi (41), warga setempat, Senin (25/02/2019).

Diakui Dedi, keberadaan pohon peneduh pinggir jalan raya memang sangat dibutuhkan oleh banyak orang. Namun, jika pohon tidak dirawat dengan baik secara rutin, maka tidak menutup kemungkinan bakal menyebabkan malapetaka.

“Pohon peneduh yang kondisinya membahayakan harus secepatnya ditangani biar tidak membahayakan. Terlebih hujan yang terjadi selalu disertai angin kencang,” katanya.

Menurut Dedi, di pinggir jalan propinsi tersebut ada dua pohon dengan ukuran besar. Masyarakat tidak tahu mana yang sudah tua. Instansi terkaitlah yang dapat mengeceknya. Sebagai warga, Dedi berharap pohon-pohon yang sudah tua dan berpotensi tumbang segera ditebang.

Ade, warga lainnya, ketika dimintai tanggapan, Senin (25/02/2019), mengatakan, pohon Mahoni yang berada di pinggir jalan propinsi sudah sangat rindang. Ranting-ranting pohon sudah menjulur ke badan jalan. Kecepatan angin di saat musim penghujan seperti saat ini bisa menumbangkan pohon-pohon yang sudah tua atau mematahkan ranting.

“Kondisi ini khawatir jadi penyebab terjadinya kecelakaan, sebab di lokasi tersebut ramai dilewati orang maupun kendaraan. Semestinya pohon-pohon yang ada di pinggir jalan dirapihkan, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran,” katanya.

Menurut Ade, warga setempat telah mengusulkan agar pohon tersebut ditebang atau dirapikan bagian ranting yang menjulur ke badan jalan. Akan tetapi keinginan warga belum juga terwujud.

“Jangan sampai ada korban dulu, baru pohon-pohon ditebang. Sebelum kekhawatiran itu terjadi, diharapkan pohon tersebut dirapihkan. Sehingga, warga yang berada di sekitarnya tidak merasa khawatir dan dihantui rasa takut jika pohon itu tiba-tiba tumbang,” katanya. (Dji/Koran HR)

KOMENTAR ANDA