Pola Asuh Anak Salah? Begini Jadinya Ketika Mereka Dewasa

Ilustrasi. Foto: Net/Ist

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),– Pola asuh anak yang diterapkan orang tua terkadang tidak selalu tepat. Ada kalanya orang tua terlalu menyanyangi anak-anaknya hingga tidak sadar jika rasa sayangnya diekspresikan dengan cara yang salah. Keinginan untuk melihat anaknya sukses dan bahagia di masa yang akan datang justru jadi malapetaka ketika menerapkan cara-cara salah dalam mengasuh anak, akibatnya beberapa hal berdampak negatif pada kehidupan mereka saat dewasa.

Dilansir dari Bright Side (01/03/2019) berikut pola asuh anak yang kurang tepat sehingga mempengaruhi mereka ketika menginjak dewasa:

Anda tidak Menunjukkan Rasa Sayang pada Anak

Bagi seorang anak, ibu dan ayahnya adalah orang paling penting di seluruh dunia, coba Anda bayangkan apa yang terjadi ketika seorang anak tidak merasakan cinta orang tua mereka? Hal tersebut membuat harga dirinya terluka dan di otak mereka akan tertanam perasaan tidak dicintai dan tidak diinginkan, akibatnya mereka pun membenci diri mereka sendiri. 

Ketika dewasa mereka akan berusaha untuk memperbaiki diri hingga bisa merasa dicintai, tapi terkadang tidak semuanya dilakukan secara positif, salah satunya banyak cerita seseorang melakukan operasi plastik agar bisa merasa lebih baik atau agar merasa diterima dan dicintai oleh setiap orang.

Anda selalu Berusaha Mengendalikan Anak

Orang tua tidak harus selalu mengendalikan anak-anaknya. Kadang kala sebagai orang tua Anda mungkin lupa bahwa anak-anak Anda sudah tumbuh dewasa dan Anda harus berhenti mengendalikan kehidupan mereka. Jika terus menerus dikendalikan, anak-anak tidak akan tumbuh secara emosional dan akan mengalami masalah dengan hubungan mereka.

Mereka akan terus berpikir bahwa seluruh dunia berputar di sekitar mereka. Mereka juga tidak akan dapat membangun hubungan yang sehat karena mereka tidak dapat membuat keputusan dan hanya memikirkan diri mereka sendiri, dan sikap ini pasti akan menimbulkan konflik.

Anda Tidak Mendidik Anak untuk Mengambil Keputusan Sendiri

Ketika orang tua membuat keputusan untuk anak-anak mereka, mereka tidak sadar sedang mendidik anak-anaknya untuk tidak mandiri. Padahal setiap anak memiliki hak untuk membuat pilihan, tentunya hal ini disesuaikan dengan usia mereka.

Karena sering disetir, ketika dewasa seorang anak tidak memiliki kemampuan untuk membuat keputusan sendiri, membuat mereka tidak mampu memecahkan masalah, yang lebih parah mereka akan selalu membutuhkan seseorang untuk membantu mereka. Tentu saja hal ini membuat mereka tidak mudah untuk menemukan tempat mereka di dunia ini karena mereka bahkan tidak tahu apa yang mereka inginkan.

Anda Selalu Mendebat Anak

Jika seorang anak memiliki keinginan atau mengungkapkan sesuatu, jangan mendebatnya. Jika Anda terus mendebatnya mereka akan selalu berpikir merekalah yang salah. Mereka tidak mengerti apa yang sedang terjadi, di otak mereka tertanam pikiran bahwa mereka selalu salah.

Akibatnya ketika dewasa, banyak orang yang mencoba menghindari konflik yang berbeda atau malah sebaliknya berusaha melecehkan orang lain. Hal ini untuk menunjukkan bahwa bukan mereka yang salah. Ada kalanya seorang anak perempuan tanpa disadarinya mencoba menunjukkan kepada pria bahwa mereka lebih kuat. Sementara remaja pria biasanya mengulangi perilaku ayah mereka. Terkadang mereka pun menyadari bahwa perilaku mereka buruk, tetapi tetap mengulanginya agar merasa lebih baik.

Anda Menuntut Anak akan Sesuatu yang Tidak Mungkin

Anak-anak sangat mempercayai orang dewasa dalam kehidupan mereka, terutama orang tua. Mereka akan berjuang untuk melakukan semua yang diperintahkan atau dituntut oleh orang tua mereka. Jika gagal, mereka akan mulai berpikir bahwa mereka adalah pecundang yang tidak pantas dicintai.

Padahal hampir tidak mungkin hidup seseorang akan selalu sukses. Ada kalanya kegagagalan menghampiri hidup seseorang. Sayangnya, ketika seorang anak terbiasa dituntut untuk berhasil ketika mereka dewasa dan melakukan kegagalan, mereka akan tertekan dan tidak bahagia.

Anda Melatih Anak Anda Agar Nyaman

Mengendalikan keinginan anak adalah fenomena normal. Orang tua sering menyuruh anak mereka untuk pergi dan menonton TV atau bermain video game, maksudnya agar anak-anak tidak mengganggu aktivitas orang tuanya. Sebenarnya hal ini tidak apa-apa jika tidak terlalu sering terjadi. 

Tetapi, jangan membuatnya seperti peraturan yang harus dipatuhi. Ingatlah, tujuan setiap orang tua adalah membesarkan seseorang yang mampu hidup di dunia secara mandiri dan membuat keputusan sendiri, mengikuti kebutuhan dan nilai mereka sendiri.

Jika Anda membiasakan anak Anda hidup nyaman, ketika dewasa mereka akan selalu bergantung pada orang lain. Kadang kala mereka pun tidak mengerti apa yang mereka inginkan. Hal tersebut akan mempengaruhi kesehatan mental mereka.

Sebagai Seorang Ayah, Anda Tidak Cukup Perhatian pada Anak

Pola asuh anak yang salah berikutnya adalah, Anda tidak cukup perhatian pada anak. Kurangnya perhatian orang tua, terutama seorang ayah akan mempengaruhi kehidupan masa depan anak laki-laki maupun anak perempuan. Padahal yang harus Anda ketahui adalah keberanian seorang anak dan perkembangan pribadi mereka bergantung pada ayah mereka. 

Apa yang terjadi ketika anak-anak tidak mendapatkan perhatian yang cukup? Anak laki-laki mungkin berperilaku sama seperti ayahnya dulu. Sementara anak perempuan biasanya mengalami kesulitan dalam membangun hubungan romantis. Mereka biasanya akan memilih pria yang menyerupai ayah mereka. Mereka ingin memiliki keluarga yang bahagia, tetapi pengalaman masa kecil membuat mereka selalu curiga dan tidak percaya pada laki-laki.

Anda Meremehkan Perasaan Anak Anda

Terkadang anak-anak marah terhadap sesuatu yang bagi orang dewasa terasa konyol. Sayangnya, bukannya mendukung, Anda malah meremehkan perasaan mereka dengan kata-kata seperti, ‘Anak laki-laki tidak menangis! Atau bahkan memberi perintah keras: “Jangan menangis!” Hal ini merupakan salah satu pola asuh anak yang salah.

Padahal semakin seseorang memahami dan mampu mengendalikan perasaannya, semakin tangguh orang tersebut. Hal ini juga penting ketika seseorang harus membuat keputusan. Ketika dewasa, anak-anak yang diperintahkan untuk tidak menangis umumnya tidak dapat berbagi emosi mereka dan mereka akan menekan amarah mereka sampai akhirnya meledak. Hal ini membuat mereka jadi pribadi yang temperamental.

Tidak semua orang pernah menjadi orang tua, tetapi semua orang pernah jadi seorang anak. Kira-kira pola asuh anak seperti apa yang diterapkan orang tua Anda hingga membentuk pribadi Anda yang sekarang? (Ndu/R7/HR-Online)

KOMENTAR ANDA