PPSN ke-4, 1.080 Santri Berkumpul di Pangandaran

PPSN ke-4
PPSN ke-4 diselenggarakan di Kabupaten Pangandaran mulai tanggal 21 Maret-25 Maret 2019. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Kegiatan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) yang rutin digelar Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat setiap tahunnya merupakan ajang silaturahmi antar anggota Pramuka dari berbagai Pondok Pesantren se-Jawa Barat. Sebanyak 1.080 santri dari 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat mengikuti kegiatan PPSN ke-4 tersebut.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, sekaligus Panglima Santri Jawa Barat, Uu Rizhanul Ulum ini dipusatkan di Bumi Perkemahan Loka Bina Pangandaran. Rencananya PPSN ini akan dilaksanakan selama 5 hari, mulai 21 Maret 21019 dan akan berakhir pada 25 maret 2019.

Selain Wagub Jabar, pembukaan PPSN ke-4 juga dihadiri pula Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, Kepala Bidang PD Pontren Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Abu Bakar Sidik. M.Ag, dan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat. Drs H. A. Buchori, MM.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Rizhanul Ulum mengatakan, dirinya sebagai panglima santri Jawa Barat sangat mendukung, kegiatan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) yang digagas Kantor Wilayah Kemenag Jabar. Menurutnya, PPSN merupakan kegiatan yang bermanfaat, melatih kedisiplinan, saling tolong menolong serta bekerja sama dalam tim atau kelompok.

“Pramuka itu melatih jiwa keberanian dengan tampilan sendiri seperti pidato, dan lain-lain, karena sebagai calon pemimpin harus memiliki pikiran untuk disampaikan ke masyarakat,” kata Uu Rizhanul Ulum saat diwawancara HR Online, Jum’at (22/3/2019).

Lebih lanjut Uu menerangkan pendidikan Pramuka sebagai pembentuk jiwa berkarakter sangat sempurna, walaupun bentuk kegiatannya masih ekstrakurikuler, namun menurut Uu, memiliki manfaat luar biasa dalam memupuk rasa nasionalisme dan patriotisme kebangsaan para santri Nusantara.

“Saya berharap lahirnya generasi muda yang religius, jiwa santri Nusantara melahirkan patriotisme, nasionalisme dan kebangsaan. Tidak hanya membanggakan diri sendiri tanpa ada rasa tolong menolong, ini yang terus kita kikis melalui kegiatan PPSN,” pungkas Uu Rizhanul Ulum.

Sementara Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat H. A Bukhori mengatakan, Kegiatan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) ini rutin dilakukan setiap satu tahun sekali sebagai ajang silaturahmi Pramuka Pondok Pesantren se-Jawa Barat. 

“Sebagai sarana pengkaderan generasi adik-adik kita bahwa hidup ini berkesinambungan, jaman dulu dan saat sekarang perlu ada tambahan inovasi-inovasi saja,” kata H. A Bukhori, Jum’at (22/3/2019).

Lebih lanjut Bukhori menambahkan, pihaknya akan membentuk Saka Amal Bakti dalam rangka memperkuat Pramuka di lingkup Kementerian Agama, tujuannya agar para santri memiliki rasa patriotisme tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Santri biasanya hanya tradisional saja dan tidak relevan, tetapi dengan gabungan antara tradisional dan kondisi saat ini akan muncul inovasi-inovasi sebagai perubahan jati diri tidak tradisional lagi,” pungkas H. A. Bukhori.

Sementara itu Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata menyampaikan terima kasih atas ditunjuknya Kabupaten Pangandaran sebagai tempat pelaksanaan PPSN ke-4 ini. “Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pangandaran menghaturkan terimakasih, sebagai Kabupaten baru yang sedang ditata dan dikembangkan pariwisatanya, kegiatan ini akan membantu mempromosikan Pangandaran sebagi daerah tujuan wisata,” jelas Jeje Wiradinata.

Selain itu, Jeje menyampaikan dalam suasana makro nasional, bangsa Indonesia seolah-olah sedang kehilangan jati diri, karena begitu mudah mengeluarkan kata-kata kasar, fitnah dan hoaks, nilai kebangsaan pun mulai luntur. 

“Hari ini kita bergembira dengan diadakan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara, Kualitas pembinaan umat anak milenial telah berjalan, tentu ini merupakan pembinaan tentang wawasan kebangsaan dan nasionalisme,” kata Jeje. 

Pada akhir sambutannya, Jeje Wiradinata mengharapkan kegiatan ini dapat dijalankan dengan baik di Jawa Barat dalam rangka menanamkan rasa kebangsaan.

“Saya kira ini bisa diberlakukan di Jawa Barat sehingga nilai religi dan nilai kebangsaan akan tertanam dengan baik, Kalau itu baik maka nilai kebangsaan kita baik,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online)