Ratusan Caleg Perempuan di Banjar Ikuti Pembinaan Politik

Sebanyak 108 caleg perempuan dari 16 partai peserta Pemilu 2019, saat mengikuti pembinaan komunikasi politik yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Banjar, di Aula Setda Kota Banjar, Selasa (05/03/2019). Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Ratusan caleg perempuan dari 16 partai peserta Pemilu 2019, mengikuti pembinaan komunikasi politik yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Banjar, di Aula Setda Kota Banjar, Selasa (05/03/2019).

Pembinaan komunikasi politik yang dibuka langsung oleh Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana, bertujuan agar caleg perempuan diharapkan bisa berimbang dengan caleg laki-laki di parlemen.

Sebanyak 108 caleg perempuan dari 16 partai peserta Pemilu itu diharapkan bisa pro aktif untuk memperoleh suara, sehingga dapat mengimbangi caleg laki-laki di parlemen nanti. Di Kota Banjar sendiri hanya 1 orang perempuan saja yang berhasil duduk di DPRD Kota Banjar.

Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana, mengatakan, pembinaan komunikasi politik ini untuk mendidik seluruh caleg perempuan supaya handal dalam berkomunikasi politik dengan masyarakat.

“Kegiatan sosialisasi kepada caleg perempuan ini sangat bagus. Kehadiran legislator sudah diatur dalam Undang Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Keterwakilan Perempuan dalam Pemilu sebesar 30 persen di setiap partai politik,” terang Nana.

Sementara itu, Dr. Dra. Imas Sumiati, sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, mengatakan, dunia politik adalah dunia kekuasaan yang paling kongkrit. Dari mulai persaingan tingkat lunak hingga tingkat kasar. Karena perempuan jarang melewati tahap-tahap politik seperti ini, sehingga ‘etos kerja’ politiknya dianggap rendah.

“Politik terlalu sederhana untuk dijadikan sebuah profesi, karena di dalamnya terdapat sejumlah kepentingan. Politik akan lebih indah jika disebut sebagai perjuangan yang di dalamnya terdapat berbagai nuansa pembelaan terhadap hak-hak orang tertindas. Tak terkecuali politikus perempuan harus melakukan hal serupa, paling tidak pembelaan ini diwujudkan dalam bentuk perhatian mereka terhadap nasib perempuan,” jelas Imas.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinsos P3A Kota  Banjar, Ika Kartikawati, mengatakan, tujuan dari acara ini adalah untuk memberikan motivasi kepada caleg perempuan guna memperoleh raihan suara pada Pemilu nanti. “Perempuan bukanlah pelengkap, tetapi perempuan adalah pejuang,” tandas Ika. (Hermanto/Koran HR)