Remaja di Banjar Banyak yang Menjadi Youtuber

Sejumlah Youtuber Kota Banjar tengah meng-upload video-video kreatifnya ke akun YouTube masing-masing. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dengan didukung teknologi yang semakin canggih, kini berbagai macam pekerjaan dapat dilakukan lebih mudah, lantaran segala sesuatunya bisa didapat dengan cara praktis dan efisien. Salah satunya dengan keberadaan jaringan internet.

Adanya jaringan internet membuat semua pekerjaan dapat dengan mudah dilakukan, baik untuk bertukar informasi, bisnis, dan sebagainya hanya dengan mengakses berbagai layanan internet yang diinginkan.

Seperti halnya YouTube. Keberadaan aplikasi tersebut menjadi salah satu situs pemutar video yang paling populer di Indonesia, bahkan dunia. Jadi tidak aneh jika pengguna layanan yang satu ini jumlahnya sangat banyak, karena dengan YouTube bisa  mengunggah berbagi video yang diinginkan. Bahkan, banyak orang yang ingin bisa menjadi YouTuber untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah.

Diketahui, dari YouTube dapat menghasilkan uang ratusan ribu hingga milyaran rupiah jika video yang diunggah bisa viral dan berhasil ditonton banyak orang. Maka tak heran, sejumlah remaja di Kota Banjar pun kini tengah banyak menggandrungi YouTube. Dari aplikasi ini, mereka sudah mampu menghasilkan uang hanya dari upload atau unggahan video miliknya.

Salah satunya Jamal (26), warga Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Ia merupakan seorang Youtuber yang bisa dikatakan sukses. Ia mengaku sudah empat tahun menggeluti aplikasi tersebut, yakni dengan rajin meng-upload video-video kreatif miliknya, hingga dalam perbulannya sudah bisa menghasilkan uang sampai jutaan rupiah.

“Alhamdulillah, dengan kesabaran akhirnya saya bisa menikmati hasilnya dari YouTube, meski tidak terlalu besar. Dalam sebulan saya mendapatkan 3,4 juta rupiah,” ungkapnya, kepada Koran HR, Selasa (05/03/2019).

Untuk mendapatkan uang dari YouTube, lanjut Jamal, itu tergantung pada jumlah pengunjung dan juga jumlah klik pada iklan yang terdapat di dalam video-video yang diunggahnya. Dalam aplikasi itu, Jamal sering mengunggah video-video tentang edukasi cara melukis atau membuat konten animasi.

“Jadi Youtuber ini hanya untuk iseng saja, namun bisa menghasilkan pendapatan. Selain itu, masih banyak peraturan atau kebijakan lain dari YouTube yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu,” kata Jamal.

Hal yang sama dikatakan Youtuber lainnya, Eka (23), warga Lingkungan Banjarkolot, Kota Banjar. Menurutnya, jika ingin menjadi seorang Youtuber, maka yang paling utama adalah harus membuat sebuah akun YouTube terlebih dahulu, dan wajib mengaktifkan fitur monetization pada akun tersebut.

“Melalui fitur ini, Youtuber bisa menginginkan sejumlah kompensasi atas akun tersebut. Lalu, YouTube akan mengurus hal itu sesuai dengan ketentuan yang mereka miliki. Karena, YouTube pun akan memiliki sejumlah kebijakan dan juga aturan yang ketat, terkait dengan kompensasi yang mereka berikan kepada para Youtuber,” jelasnya.

Eka mengatakan, selain akun, para Youtuber juga harus mengaktifkan akun Google Adsense. Hal ini untuk menghitung jumlah klik para penonton yang membuka atau melihat video Youtuber tersebut.

“Semua penghitungan pembayaran atas akun akan dihitung oleh Google Adsense. Masih banyak kebijakan atau aturan dari YouTube yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu,” imbuh Eka.

Hamdan (21), Youtuber lainnya, menambahkan, bahwa seorang Youtuber harus benar-benar mengikuti langkah yang tepat serta mematuhi semua aturan yang ditetapkan oleh YouTube.

“Pendapatan uang dari YouTube tentu mengasyikan. Kini banyak anak muda yang bisa memperoleh milyaran rupiah uang dari YouTube. Kalau memang ingin menjadi Youtuber, tentu saja harus benar-benar memulainya dengan langkah yang tepat, supaya akun YouTube-nya bisa memberikan penghasilan yang memuaskan,” ujar pria yang kini mendapat penghasilan Rp 8,6 juta rupiah per bulan dari YouTube.

Saat ini, memang tak sedikit pemuda di Kota Banjar yang menjadi YouTuber. Mereka berlomba mengejar subscribe, klik like, dan nyala lonceng demi sebuah pendapatan rupiah yang didambakan. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA