Tingkatkan Devisa, BI Beri Mahasiswa Ciamis Peluang Kerja di Luar Negeri

tingkatkan devisa negara
Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi BI Tasikmalaya, Eman Patria ketika memaparkan materinya dalam sosialisasi peluang kerja di luar negeri di Auditorium Universitas Galuh, Kamis, (14/3/2019). Foto: Heri/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),Bank Indonesia (BI) terus berusaha tingkatkan devisa negara, serta menekan laju inflasi dengan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Salah satunya dengan cara membuat pojok khusus pelatihan bahasa di Kantor BI Tasikmalaya, selain itu BI juga mengadakan sosialisasi peluang kerja ke luar negeri bagi para mahasiswa.

“Semakin banyak pekerja di luar negeri, maka devisa yang kita dapat semakin banyak,” kata Eman Patria, Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi BI Tasikmalaya yang ditemui HR online pada sela-sela acara sosialisasi dengan Fakultas Ekonomi, Universitas Galuh di Auditorium Universitas Galuh, Kamis (14/3/2019).

Eman juga membenarkan BI sedang berupaya memacu pendapatan devisa negara, tetapi dengan prosedural formal, tujuannya untuk menekan laju inflasi dengan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Pada tahun 2018, kata Eman, pendapatan devisa Indonesia berada pada angka 8,8 miliar dollar amerika atau sekitar Rp 128 triliun.
“Jumlah itu naik Rp 2 triliun dari tahun sebelumnya. Nah ke depan kita berharap jumlah dollar bisa naik signifikan. Sehingga kondisi keuangan negara yang tengah defisit bisa ditekan,” kata Eman.

Eman berharap dengan adanya tenaga kerja Indonesia yang terdidik dan terlatih, siap berangkat ke luar negeri diharapkan bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. 

Sementara Dekan Fakultas Ekonomi Unigal, Ny. Nurdiana Mulyatini menyambut baik sosialisasi peluang kerja ke luar negeri untuk para mahasiswa ini. Pihaknya menggandeng BI dan juga lembaga lain guna membuka mindset mahasiswa agar memahami bahwa peluang untuk berkarir sangat banyak.

Menjadi tenaga kerja di luar negeri menurut Dekan Fakultas Ekonomi Unigal ini, bisa menjadi pilihan ketika para sarjana merasa tidak menemukan pekerjaan idaman di dalam negeri. “Ya kami sajikan pilihan, agar mereka bisa tercerahkan dan mengetahui bahwa peluang begitu besar,” kata Nurdiana.

Nurdiana mengakui selama ini masih terbentuk mindset di masyarakat bahwa bekerja ke luar negeri hanya untuk sektor informal saja, sebatas asisten rumah tangga, baby sitter dan sejenisnya. Tak jarang masyarakat merasa gengsi jika anaknya yang sarjana harus bekerja menjadi TKI atau TKW.

“Ternyata peluang untuk sarjana sangat terbuka. Selain bekerja bisa juga sambil kuliah. Mereka bisa membantu tingkatkan devisa negara dan jadi pahlawan devisa, sekaligus pahlawan bagi diri dan keluarganya,” kata Nurdiana.

Pada kesempatan itu dihadirkan pula Elis warga Banjar, seorang TKW asal Banjar yang bekerja dan kuliah di Korea. Dia dihadirkan untuk berbagi pengalaman kepada para mahasiswa Ciamis.

Elis mengaku banyak hal-hal menyenangkan yang dia alami selama bekerja di Korea. Walaupun begitu, Elis juga mengatakan ketika awal kerja di Korea masih perlu adaptasi bahasa, budaya dan beberapa kebiasaan masyarakat di sana.

“Sambil bekerja saya juga bisa kuliah. Tentu saya pun tak selamanya tinggal di Korea. Saya sedang menabung, sehingga pada saatnya nanti selesai kuliah dan bekerja, saya bisa berdikari di tanah kelahiran,” katanya. (Her/R7/HR-Online)

KOMENTAR ANDA