1.050 Tenaga Honorer Kemenag Pangandaran dapat Insetif dari Pemda

1.050 Tenaga Honorer Kemenag Pangandaran dapat Insetif dari Pemda. Photo: Enceng/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 1.050 tenaga honorer di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, akan mendapatkan insetif dari pemerintah daerah.

Hal itu terungkap dalam kegiatan pembinaan dan sosialisasi mengenai bantuan hibah pemerintah daerah yang diikuti oleh 1.050 tenaga honorer pendidik dan kependidikan RA/madrasah se-Kabupaten Pangandaran, Sabtu (13/04/2019), di Gedung Islamic Center Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan yang digelar Kemenag Kabupaten Pangandaran itu dihadiri Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, serta Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, H. Surman.

Kepala Kemenag Kabupaten Pangandaran, H. Cece Hidayat, mengatakan, pembinaan dan sosialisasi bantuan hibah pemerintah daerah kepada pendidik dan tenaga kependidikan RA/madrasah se-Kabupaten Pangandaran ini merupakan bukti kepedulian pemerintah daerah kepada para honorer di bawah naungan Kemenag.

“Dulu Bupati Pangandaran pernah berjanji akan memberikan insentif yang sama dengan guru honorer yang ada di bawah naungan Dinas Pendidikan. Alhamdulilah, sekarang ini terbukti,” ungkapnya.

Lanjut Cece, meski ajuan sebelumnya hanya sebanyak 788 orang tenaga honorer, kemudian ada tambahan lagi sebanyak 262 orang, dan sekarang sudah terealisasi semuanya.

“Sebelumnya mereka hanya mendapatkan Rp 250.000 per bulan dari anggaran Kemenag, dan kini mendapat tambahan dari pemerintah daerah sebesar Rp 300.000 per bulan,” kata Cece.

Kepala Seksi Madrasah Kemenag Kabupaten Pangandaran, H. Ahmad Buhaiti, menambahkan, isentif ini diberikan kepada guru honorer yang belum mendapatkan sertifikasi.

“Guru honorer di bawah naungan Kemenag Pangandaran jumlahnya lebih dari 2000 orang. Sedangkan, yang sudah tersertifikasi hanya 700 orang, dan yang mendapatkan insentif dari pemda sebanyak 1.050 orang, itupun dimungkinkan masih banyak yang belum terdata,” terangnya.

Meski begitu, kata Ahmad Buhaiti, pihaknya mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemda Pangandaran yang telah menganggarkan dana untuk insentif guru honorer di lingkungan Kemenag.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, membenarkan, bahwa para guru honorer di lingkungan Kemenag diberikan insentif oleh pemerintah daerah sebesar Rp 300.000 per bulan.

“Meski mereka berada di bawah Kementrian Agama, namun karena mereka mengabdi di Kabupaten Pangandaran, maka sudah sewajarnya mereka mendapatkan insentif tersebut,” ucapnya.

Jeje menjelaskan, insentif itu akan mereka dapatkan setiap tiga bulan sekali. Namun, untuk tahun depan pemerintah daerah akan menaikkan, yang sebelumnya Rp 300.000 per bulan menjadi Rp 500.000. (Cenk/R3/HR-Online)