Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Bawaslu Pangandaran menggelar Bimtek pelatihan pengawasan kelurahan dan desa (PKD) pemungutan dan penghitungan suara pada pemilihan umum tahun 2019 di tiap kecamatan, salah satunya di Aula Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.
Komisioner Bawaslu Pangandaran, Gaga Abdilah Sihab, mengatakan, bimtek yang difasilitasi oleh Panwascam Kecamatan ini fokus pada pengawasan saat pelaksanaan pungut hitung suara di masing-masing TPS oleh Pengawas TPS. Pasalnya, PKD tidak bisa masuk ke lokasi TPS dan hanya sebagai koordinator saja.
“TPS dinilai rawan terjadinya kecurangan Pemilu. Maka dari itu, Bawaslu menggunakan metode lain yang akan kita terapkan. Selain bertujuan untuk memperkuat pengawas TPS untuk keakuratan data pemilih, juga agar mereka lebih menguasai dari pengawas TPS,” jelas Gaga Abdilah Sihab saat diwawancara HR Online, Minggu (31/3/2019).
Gaga menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan Sistem Pengawasan Pemilu (Siwaslu) untuk memaksimalkan penyajian data dan informasi pada saat pungut hitung suara di TPS.
“Siwaslu yang berbasis android sudah diluncurkan oleh Bawaslu RI untuk memudahkan akses pelaporan, mulai dari Pengawas TPS, PKD, Panwascam, Bawaslu Kabupaten sampai ke Bawaslu RI,” jelasnya.
Masih dikatakan Gaga, panduan ini untuk melakukan mitigasi pencegahan atau potensi kenaikan kerawanan di beberapa TPS. Sebab, setiap peristiwa yang berpotensi mengganggu pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS yang berdampak pada hilangnya hak pilih, jelas mempengaruhi pilihan pemilih dan mempengaruhi hasil pemilihan.
“Dalam proses pengawasan pada tahapan pemungutan dan penghitungan suara, pemetaan TPS rawan ini menjadi cara bagi Pengawas Pemilu guna mencegah terjadinya pelanggaran dan kecurangan di TPS,” pungkas Gaga.
Sementara Ketua Panwascam Kecamatan Padaherang, Rohimat Resdiana, mengatakan, dirinya berharap untuk PKD agar serius mengingat tugas dari PKD itu sebagai koordinator Pengawas TPS.
“PKD harus jauh lebih menguasai dari Pengawas TPS saat menjumpai setiap permasalahan yang muncul di TPS. Jadi diharapkan harus serius dan seksama mengikuti bimtek ini,” singkat Rohimat Resdiana. (Mad/R6/HR-Online)





