Dibantu Kredit Guna Bhakti Bank bjb, ASN di Cirebon Sukses Berbisnis Ternak Ayam

Kredit Guna Bhakti
Maman Romandi (62), ASN asal Cirebon penerima Kredit Guna Bhakti, saat ditemui perwakilan Bank bjb. Foto: Dok. Bank bjb.

Berita Jabar, (harapanrakyat.com),– Maman Romadi (62), salah seorang ASN Dinas Perhubungan Cirebon, Jawa Barat berhasil mengembangkan berbagai usaha di luar aktivitasnya sebagai ASN. Pria yang sudah mengabdi selama 32 tahun di Dishub Cirebon ini berhasil menggeluti bisnis Peternakan Ayam. Selain itu, Maman juga berhasil mengembangkan usaha Galery Seni miliknya.

“Sekarang saya memiliki dua lokasi untuk peternakan ayam potong. Satu di Klayan, satu lagi di Beber,” ujar Maman saat ditemui beberapa waktu lalu.

Suami dari Isni Rosmiati tersebut mengaku bisnis yang ia jalani merupakan usahanya untuk mempersiapkan hari tua. Maman yang juga memiliki lima orang anak ini, mengatakan, ia ingin memiliki usaha yang bisa diteruskan saat dia sudah pensiun dari ASN.

”Tentu dipersiapkan jauh-jauh hari. Jadi ketika nanti sudah pen­siun tinggal mene­rus­kan saja,” kata Maman.

Salah satu rahasia keberhasilan bisnisnya, Maman mengaku sudah 20 tahun dia menjadi debitur kredit dari bank bjb. Maman mengikuti program Kredit Guna Bhakti (KGB) dari Bank bjb yang memberikan modal bagi para ASN seperti dirinya, untuk berbisnis di luar pekerjaan utamanya sebagai pelayan publik.

“Banyak manfaatnya. Termasuk pro­gram KGB, saya ikut di program itu,” ucap Maman.

Maman mengaku, mengambil plafond hingga Rp. 500 juta yang ia ajukan ke Bank bjb Cabang Cirebon. Uang yang ia dapatkan kemudian dijadikan modal usaha sampingan di luar pekerjaan utamanya sebagai ASN.

“Pengajuan kreditnya juga sangat mudah. Sebab, penjelasan dari pihak Bank bjb tidak bertele-tele. Syarat-syarat pun mudah, yang utama itu ketika proses pencairan juga sangat cepat,” jelasnya.

Persyaratan pengajuan KGB memang terbilang mudah. Debitur hanya diminta untuk melampirkan salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon dan juga pasangan, kartu keluarga (KK) atau akta nikah, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), kartu pegawai, surat keputusan (SK) pegawai, surat pengangkatan kepangkatan terakhir, slip gaji, dan kartu Taspen, terakhir debitur juga diminta melampirkan 1 lembar pas foto berukuran 3×4.

Dari press realease yang HR Online dapatkan, program KGB dari Bank bjb ini diberikan pada sejumlah ASN yang produktif mengelola bisnis di luar tanggung jawab utamanya sebagai pelayan publik. Bisnis yang dijalani para ASN ini dalam rangka mempersiapkan diri ketika masa pensiun tiba, tujuannya untuk menjamin keberlangsungan ekonomi saat tidak lagi menjabat sebagai ASN.

Bukan hanya ASN, Kredit Guna Bhakti juga diberikan untuk mereka yang juga mempunyai penghasilan tetap, yakni selain ASN, KGB juga diberikan pada pegawai BUMD, termasuk juga para pegawai swasta yang juga berpenghasilan tetap. Khusus untuk pegawasi swasta yang berpenghasilan tetap, perusahaan tempat pegawai tersebut bekerja memiliki perjanjian kerjasama dengan Bank bjb terlebih dahulu.

Nantinya, pengembalian berasal dari gaji para debitur yang bisa digunakan untuk keperluan multiguna. Sementara, teknis pembayaran angsuran kredit, gaji pegawai akan dipotong otomatis setiap bulan.

Kemudahan lainnya, besaran angsuran juga dapat disesuaikan dengan nilai penghasilan debitur yang mengacu pada tenor pengembalian. Misalnya untuk plafond pinjaman, dimulai dari nominal Rp. 10 juta hingga Rp. 500 juta dengan tenor pengembalian dapat dimulai dari jangka waktu 12 bulan sampai 15 tahun.

Kredit Guna Bhakti juga memiliki fitur penyisihan dana sebesar satu kali angsuran dari hasil pencairan kredit di rekening tabungan debitur. Karena itu, saldo dapat digunakan sewaktu-waktu bila ada hal yang tidak terduga di kemudian hari.

Sementara fitur penyisihan tersebut diharapkan dapat memacu budaya menabung dengan menambah saldo Tabungan Masa Datang. Karena, saldo tersebut akan tetap memperoleh jasa bunga tabungan.

Bank bjb sendiri mendorong program Kredit Guna Bhakti sebagai pembiayaan pengembangan usaha, pendirian usaha, kebutuhan dana pendidikan, termasuk juga kebutuhan konsumtif para debitur. Namun, pada kenyataannya banyak debitur yang akhirnya memanfaatkan KGB untuk kegiatan produktif.

Selain KGB, Bank bjb juga menawarkan produk baru pada 2017 lalu berupa KGB Plus. Seperti halnya KGB, layanan KGB Plus juga ditujukan bagi debitur dengan penyaluran gaji melalui Bank bjb. Namun, sumber angsuran berasal dari tunjangan penghasilan. Sehingga tidak akan mengganggu payroll kredit lain.

Bank bjb memberikan penawaran menarik untuk para debitur KGB, yaitu dengan menggelar program undian berhadiah umrah. Program yang telah rutin dilaksanakan sejak tersebut, bertujuan untuk meningkatkan loyalitas nasabah.

Program undian berhadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi Bank bjb kepada para nasabah kredit konsumer. Lewat program ini, pada tahun 2018, bank bjb memberangkatkan 175 nasabah Muslim. Sementara untuk pemenang undian debitur non muslim, bank bjb menyediakan perjalanan menuju Holyland. Tujuan perjalanan diantaranya Betlehem bagi pemeluk Nasrani, Sungai Gangga di India untuk Hindu dan Nepal bagi para penganut Budha.

Satu hal yang tak kalah penting Bank bjb juga memberikan dukungan pada usaha-usaha yang dilakukan oleh debitur di daerah dalam ranga mendukung program pemerintah. Salah satunya OVOC (One Product One Pesantren) Pesat dan ‘bjb Bisa’ sebagai salah satu luncuran produk yang mengarah pada usaha memperkenalkan literasi keuangan. (Ndu/R7/HR-Online)