Gerakan Cabut Paku dari Pohon, Pemuda di Ciamis Bakal Bersihkan Alat Peraga

Ajakan gerakan cabut paku dari pohon di Ciamis. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Para pemuda pecinta lingkungan yang tergabung dalam Aliansi Ciamis Hijau dikabarkan bakal menggelar gerakan cabut paku dari pohon pada Jum’at, 12 April 2019, mendatang. Kegiatan yang akan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul depan Universitas Galuh, para peserta nantinya bakal membersihkan berbagai alat peraga yang menempel pada pohon.

Sebagaimana informasi yang diterima oleh HR Online, gerakan ini merupakan bentuk kepedulian para pemuda serta masyarakat terhadap lingkungan sekitar, terutama pada pepohonan. Sebagai penghasil oksigen, pepohonan diharapkan diperlakukan secara baik, bukan dengan dipaku, dikawat atau perilaku lain yang secara langsung merusak pohon.

Salah satu penggagas yang enggan disebutkan namanya, mengaku gerakan tersebut merupakan edukasi kepada masyarakat agar memperlakukan pepohonan dengan baik. Maka dari itu, ia mengajak kepada masyarakat nanti sesuai waktu yang disepakati bisa bersama-sama datang dengan membawa peralatan sendiri, seperti tang, palu, obeng, linggis serta lainnya untuk membersihkan pohon dari paku, kawat serta lainnya.

“Jadi kami sebelumnya mohon maaf bagi yang memasang alat peraga seperti banner di pohon akan kami cabut. Seharusnya mereka kasihan, karena pohon juga makhluk hidup yang tentunya bisa merasakan sakit. Pada prinsipnya ke depan kita akan terus melakukan kampanye gerakan tanpa memaku pohon,” tegasnya.

Ia menambahkan, bahwa kepedulian tersebut berangkat dari keprihatinan para pemuda terhadap aksi eksploitasi pohon oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, sehingga pohon yang seharusnya menghasilkan oksigen, semakin berkurang, bahkan menimbulkan lingkungan semakin panas.

“Tree spiking atau memaku pohon ini jelas mengakibatkan kambium dalam pohon rusak. Ketika rusak, maka pohon jadi rentan terkena penyakit dengan ciri-ciri kulit kayu rusak, serta struktur pohonnya. Selain itu, akibat ulah tidak terpuji tersebut kekuatan kayu pun semakin berkurang dan berdampak timbulnya hama, hingga pohon itu mati. Agar tidak seperti demikian, kita harap masyarakat juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” tegasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA