Hari Kartini, Perempuan di Pangandaran Diharapkan Bisa Independen

STIT NU Al Farabi
STIT NU Al Farabi Pangandaran menggelar dialog interaktif dalam rangka refleksi Hari Kartini di Alun-alun Parigi, pada Selasa (23/4/2019). Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com) – Perempuan di Pangandaran diharapkan bisa independen. Hal ini terungkap dalam dialog interaktif bersama Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Pangandaran, yang digelar Korps PMII Putri (KOPRI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STIT NU) Al Farabi Pangandaran di Alun-alun Parigi, Kabupaten Pangandaran, Selasa siang (23/4/2019).

Acara yang digelar dalam rangka refleksi Hari Kartini yang jatuh pada 21 April tersebut diisi juga dengan orasi tentang perempuan, terutama pendidikan dan peran perempuan dalam ruang lingkup sosial kemasyarakatan.

Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan semangat juang kaum perempuan khususnya generasi penerus di Kabupaten Pangandaran, tema yang diangkat dalam acara ini adalah perempuan dan pendidikan.

Dihadiri oleh puluhan Kader KOPRI dan PMII STIT NU Al Farabi Pangandaran dan UNPAD Pangandaran. Hadir pula wakil dari KPAD Kabupaten Pangandaran sebagai pemantik dalam diskusi tersebut.

Nunik Yudaningsih, wakil KPAD Kabupaten Pangandaran yang menghadiri acara tersebut mengatakan perempuan diharapkan lebih maju, cerdas dan intelektualnya harus semakin bagus.

“Hari ini perempuan mulai semakin terbuka dan mulai tidak terisolir. Perempuan saat ini diberi ruang dan semakin terbuka tidak ditutup, salah satunya dengan adanya beberapa program dari pemerintah,” jelasnya. 

Sementara Ketua KOPRI komisariat STIT NU Al Farabi Kabupaten Pangandaran, Rima Malida berharap dengan diselenggarakannya acara ini dapat memotivasi dan menumbuhkan rasa percaya diri pada seorang perempuan.

“Perempuan agar dapat independen dalam mengusung kesuksesannya yang tidak hanya di ranah domestik internal keluarga, tetapi juga di ranah publik atau umum,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online)

KOMENTAR ANDA