Mau Traveling Tanpa Bahasa Inggris, Ini 3 Negara yang Memakai Bahasa Jawa

Ilustrasi. Foto: Net/Ist

Berita Travel, (harapanrakyat.com),- Jika Anda suka traveling ke luar negeri, biasanya harus memiliki kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni, apalagi media komunikasi ini sudah sangat mendunia. Namun, bagi Anda yang ingin ke luar negeri hanya bermodal bahasa Jawa, Anda bisa mencoba beberapa negara yang masyarakatnya menggunakan percakapan seperti salah satu suku di Indonesia.

Warga Kaledonia Baru saat memainkan alat musik. Foto: Net/Ist

1.Kaledonia Baru

New Caledonia (NC) atau Kaledonia Baru merupakan salah satu negara kepulauan yang terletak di selatan Samudra Pasifik. Negara yang beribukota di Noumea ini sebagian besar warganya berbahasa Jawa. Berdasarkan sejarah, tahun 1864-1897 tempat ini dijadikan tempat pembuangan sekitar 22 ribu napi. Namun setelah Gubernur Prancis saat ini menghapus hukuman, imigran asal Asia mulai berdatangan untuk bekerja di tambang dan perkebunan.

Usut punya usut, saat itu Belanda dan Perancis saling bertukar buruh, Belanda membutuhkan buruh untuk di kebun Sumatera, dan Perancis dikirim 170 buruh dari Jawa dan tiba di NC  16 Februari 1896.

Berdasarkan catatan 1 September 2006, penduduk NC ini berjumlah 237.765 jiwa. Meski sebagian orang menggunakan bahasa Jawa sehari-hari, namun anak muda saat ini sudah mulai sedikit yang bisa bahasa Jawa, mereka kebakanyakan menggunakan bahasa Perancis.

Salah satu restoran yang berada di Suriname. Foto: Net/Ist

2. Suriname

Negara ini terletak di Amerika bagian selatan. Pada zaman dulu negara ini diketahui bekas jajahan Belanda yang saat itu masih bernama Guyana Belanda. Berdasarkan geografis, Suriname berbatasan langsung Guyana di sebelah barah, Guyana Perancis sebelah Timur, Brazil bagian selatan dan bagian utaranya berbatasan dengan Lautan Atlantik.

Negara ini dikenal banyak orang yang berbahasa Jawa karena pada tahun 1890 hingga 1939 sebanyak 75 ribu jiwa asal suku Jawa dibawa oleh penjajah untuk menjadi buruh. Karena itu, hampir 15 persen hingga saat ini warga Suriname menggunakan bahasa Jawa, dan sebagian lagi bahasa Inggris.

Anak-anak Coco Island. Foto: Net/Ist

3. Cocos Island

Pulau Cocos atau Keeling ini pertama kali ditemukan William Keeling saat melayani perusahaan Hindia Timur Britania. Meski awalnya tidak berpenghuni, namun lambat laun pulau ini dihuni oleh pelaut dari Britania Raya. Luasnya yang mencapai 14 km persegi, pulau ini terletak di Lautan Hindia dan wilayahnya sebagian besar berupa dataran karang koral.

Diketahui, hampir 80 persen warga pulau ini berasal dari Jawa dan Melayu yang dibawa oleh bangsa Inggris pada abad ke-19 untuk bekerja di kebun. Berdasarkan catatan, tahun 2007 warga di pulau ini mencapai 596 jiwa dan di pulau Home Island yang menjadi ibu kotanya sebanyak 120 jiwa.

Adapun bahasa yang digunakan di pulau ini di antaranya Jawa, Melayu Cocos, Indonesia dan Inggris. Sementara itu, agama warganya 60 persen Islam Sunni dan 40 persen lainnya Kristen. (Muhafid/R6/HR-Online)