Melawan Hoaks dengan Budaya Literasi

Sofian Munawar, Pendiri YRBK Kota Banjar. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Menghadapi Pemilu 2019 yang akan berlangsung pada 17 April mendatang, konstalasi perpolitikan semakin panas, bahkan di media sosial antar pendukung saling menjatuhkan satu sama lain hingga menyebarkan hoaks.

Semakin maraknya penyebaran berita palsu menjelang pemilihan, menjadi salah satu isu yang kerap dibahas, bahkan para pelakunya banyak yang tertangkap hingga dijebloskan ke penjara. Kendati demikian, penyebaran itu masih terus berlangsung.

Menanggapi hal itu, pegiat literasi Kota Banjar yang juga pendiri Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) Kota Banjar, Sofian Munawar, bahwa antara literasi dan demokrasi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Menurutnya, ketika demokrasi tidak diimbangi dengan literasi, artinya warganya yang melek terhadap budaya literasi, maka demokrasi itu akan kurang sempurna.

“Tentu saja adanya hoaks itu, baik yang disengaja maupun  karena ketidaktahuan, menunjukkan seseorang itu tidak literate. Padahal, ketika masyarakat kita memiliki jiwa literate, maka saya yakin dalam kontestasi politik ini tidak akan diwarnai dengan hal-hal negatif, contohnya seperti itu,” jelasnya kepada Koran HR, Selasa (09/04/2019).

Ia menambahkan, guna membudayakan masyarakat agar semakin literate, khususnya di Kota Banjar, ia harap adanya dorongan dari semua pihak supaya minat budaya literasi, baik membaca maupun menulis, bisa meningkat.

Pasalnya, ketika budaya tersebut sudah berjalan dengan baik, maka masyarakat secara otomatis tidak akan mudah percaya dengan berita palsu, bahkan bisa lebih selektif dalam menyebarkan informasi di dunia maya.

Selain keharusan masyarakat untuk lebih melek literasi digital, lanjut Sofian, dorongan dari semua pihak, terutama pemerintah, merupakan suatu keharusan agar masyarakat tidak lagi terhasut oleh informasi yang tidak benar.

“Ini menjadi penting agar pemerintah juga berperan untuk hal itu, yang mana bukan hanya mendukung gerakan literasi secara moril saja, akan tetapi lebih serius lagi ke depannya,” imbuh Sofian.

Sebagai langkah kecil di komunitasnya, lanjut Sofian, beberapa waktu lalu pihaknya melakukan seleksi Puteri Literasi dengan harapan dari kalangan pelajar muncul figur-figur yang siap mengkampanyekan budaya literasi. Dari itu, ia harap menjadi virus positif bagi masyarakat, terutama dari kalangan pelajar.

“Kita berangkat dari kalangan pelajar, mulai tingkat SD hingga SMA, serta mahasiswa. Ketika mereka semangat literasi, saya yakin ke depan Kota Banjar bisa semakin maju,” pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA