Partisipasi Pemilu Warga Pangandaran Rendah di 2 Kecamatan Ini

Partisipasi pemilih di Pangandaran
Maskuri Sudrajat, Komisioner KPU Pangandaran Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com), – Maskuri Sudrajat, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangandaran Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat, mengatakan angka partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019 di Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran masih rendah.

“Partisipasi masyarakat yang menyalurkan hak pilih di kecamatan Padaherang hanya 76,85%, sedangkan di Kecamatan Mangunjaya sekitar 76,34%,” kata Maskuri pada HR Online, Sabtu (28/4/2019).

Angka tersebut, kata Maskuri, sebenarnya lebih tinggi dibandingkan dengan Pemilu lainnya yang pernah diselenggarakan di Kabupaten Pangandaran.

Maskuri membandingkan, pada Pemilu 2015 partisipasi masyarakat di Kecamatan Padaherang tercatat 70,71%, sementara pada Pemilu Gubernur 2018 angka partisipasi masyarakat tercatat 74,83%.

“Kalau di Kecamatan Mangunjaya pada Pemilu Bupati 2015 partisipasi masyarakat tercatat 70,48% dan Pemilu Gubernur 2018 tercatat 74,48%,” katanya.

Maskuri menambahkan, dilihat dari mata pencaharian penduduknya, dibandingkan dengan 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran, Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Mangunjaya mayoritas masyarakatnya hidup dari hasil pertanian. Hal ini berimbas pada partisipasi masyarakat dalam Pemilu.

“Jika pelaksanaan Pemilu bersamaan dengan aktivitas masyarakat bertani, masyarakat di Padaherang dan Mangunjaya lebih memilih untuk bertani,” tambahnya.

Hal tersebut, kata Maskuri, menyebabkan angka partisipasi masyarakat di kedua kecamatan tersebut masih tergolong rendah.

“Selain karena rendahnya tingkat partisipasi masyarakat, secara geografis keberadaan beberapa daerah di Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Mangunjaya juga ada yang masih sulit untuk diakses,” papar Maskuri.

Sulit diaksesnya beberapa daerah di Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Mangunjaya tersebut menyebabkan tidak meratanya penyebaran informasi seputar Pemilu.

“Informasi tentang Pemilu jarang tersampaikan pada masyarakat secara menyeluruh di beberapa daerah di dua kecamatan tersebut,” terangnya.

Faktor lainnya yang menyebabkan rendahnya tingkat partisipasi masyarakat di Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Wangunjaya adalah adanya warga yang bekerja di luar daerah, sehingga pada waktu pelaksanaan Pemilu, mereka tidak bisa pulang ke kampung halamannya.

“Jadi di Kecamatan Mangunjaya dan Kecamatan Padaherang, partisipasinya rendah dalam Pemilu 2019 salah satunya juga karena mereka yang kerja di luar kota, tidak pulang saat Pemilu, 17 April kemarin,” katanya.

Menurut Maskuri dari 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran, partisipasi masyarakat yang tergolong tinggi dalam Pemilu 2019 , juga Pemilu sebelumnya ada di Kecamatan Cijulang dan Kecamatan Parigi, serta Kecamatan Pangandaran.

Di Kecamatan Cijulang, partisipasi pemilih pada Pemilu Bupati 2015 tercatat 86,52%, Pemilu Gubernur 2018 tercatat 86,64% sementara yang terbaru pada Pemilu Serentak 2019 tercatat 88,85%.

“Kalau partisipasi pemilih di Kecamatan Parigi, tercatat pada Pemilu Bupati 2015 sekitar 84,72%, Pemilu Gubernur 2018 tercatat 83,90% dan Pemilu Serentak 2019 tercatat 86,54%,” terang Maskuri.

Sementara dalam partisipasi Pemilu di Kecamatan Pangandaran, menurut Maskuri, pada Pemilu Bupati 2015 tercatat 80,53%, Pemilu Gubernur 2018 tercatat 79,39%, sementara Pemilu 2019 tercatat 84,51%. (Ceng2/R7/HR-Online)