Pemuda di Ciamis Wujudkan Kampung Sablon Berbasis Digital

Sejumlah pemuda di Desa Handapherang, ingin menjadikan Kampung Ciawitali RT 25 RW 10 Dusun Kersikan, sebagai “kampung sablon berbasis digital”. Pasalnya, di lokasi tersebut terdapat pengrajin sablon yang menerima pesanan dan pembayaran dengan uang digital. Foto : Heri Herdianto/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sejumlah pemuda di Desa Handapherang, ingin menjadikan Kampung Ciawitali RT 25 RW 10 Dusun Kersikan, sebagai “kampung sablon berbasis digital”. Pasalnya, di lokasi tersebut terdapat pengrajin sablon yang menerima pesanan dan pembayaran dengan uang digital.

Maman Nurjaman, penggerak kampung sablon digital Ciawitali Handapherang, ketika dimintai tanggapan oleh Koran HR, Senin (08/04/2019), membenarkan, rencananya dia dan para pemuda setempat ingin menyulap kampung tersebut menjadi kampung sablon berbasis digital.

“Nantinya, ini akan menciptakan satu wilayah ekonomi mandiri di tingkat dusun, serta meciptakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, khusunya untuk para pemuda kampung,” katanya.

Maman mengungkapkan, keinginanya untuk membuat kampung sablon berbasis digital berawal setelah melihat banyak para muda yang enggan ke kota untuk bekerja. Bukannya karena malas kerja, tapi mereka punya keinginan untuk menghidupkan kampung halaman dengan sebuah karya.

“Dalam artian, fokus hidup di desa, tapi memiliki lahan penghasilan sesuai hobi mereka,” katanya.

Menurut Maman, di tahun 2015 banyak pemuda yang menjalankan usaha sablon. Sistemnya makloon ke vendor besar, sehingga hanya mengambil untung dari hasil lebihnya vendor. Dari sanalah mulai terpikir untuk memproduksi sendiri.

Dan awal tahun 2016, kata Maman, ada jalan untuk meningkatkan keterampilan para pemuda dengan mengikut pelatihan sablon yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ciamis. Setelah pelatihan itu, mereka aplikasikan ilmunya sampai punya orderan di mana dipustkan di daerah Ciawitali Handapherang.

“Dalam sebulan, kami sudah menerima pesanan sampai 1000 picis, dari mulai baju-baju sekolah (Prakerin, PKL, baju kelas) & baju partai,” ujarnya. 

Terkait basis digital, Maman menjelaskan, konsep tersebut didasari karena banyak remaja yang sudah  mempunyai gadget. Tapi sayangnya mereka gunakan untuk maen game dan sosmed yang belum efektip. Pihaknya kemudian merangkul mereka untuk diarahkan ke hal positif dengan belajar marketing online melalui sosmed. Tujuannya ahar produk baju dari kampung sablon bisa diterima masyarakat luas.

Maman menjelaskan, kosep digital itu juga bukan hanya mengarahkan pemuda untuk belajar menjadi enterprener lewat promosi produk. Tapi konsep pembayarannya pun bisa melalui uang digital. Karena pihaknya yang sudah bekerjasama dengan salah satu BMT di Handapherang.

“Jadi kalu mmau membayar kaos khas kampung sablon digital, tinggal bawa hendphone yang sudah terisi saldo BMT. Nanti tinggal kirim barcode dan selesailah pembayaranya, karna nanti otomatis saldo dari pemesan berpidah ke saldo ke kami,” katanya.

Hana Oktaviana (26), pemuda setempat, ketika ditemui Koran HR, Senin (08/04/2019), membenarkan, pengembangan usaha dari hasil kreatifitas pemuda desa ditujukan agar pemuda di kampung Ciawitali Handapherang semakin berdaya dan mandiri.

“Mindset yang awalnya kalau cari uang harus ke kota, tetapi sekarang di kampungnya sendiri juga mampu. Apalagi sekarang hidup di era digital, peluang untuk usaha sangat terbuka lebar,” katanya.

Menurut Hana, kalau pemuda di suatu kampung untuk mencari kerja juga harus ke kota, maka denyut kehidupannya akan mati, tidak ada kegiatan yang menghangatkan lagi suasana di kampung sendiri.

Makanya, dia bersama pemuda lain ingin menghidupkan perekonomian di kampung sendiri dengan keterampilan pemuda sendiri. Nantinya bukan hanya menjadi peluang usaha, tetapi juga menjadi kawasan wisata edukasi.

“Kami dengan para pemuda lainnya berharap, kampung Ciawitali Handapherang menjadi kawasan kampung sablon. Dengan begitu, kalau ingin sablon baju, terpusat di Handapherang. Dan nantinya, kawasan ini bisa menjadi kawasan wisata edukasi sablon,” harapnya. (Heri/Koran HR)

KOMENTAR ANDA