Pil KB Pria Sudah Aman?

Pil KB Pria
Pil KB Pria, Sudah Aman? Foto: Net/Ist

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),- Sudah jadi pertanyaan umum, kenapa pil KB untuk perempuan sudah diluncurkan ke pasaran sejak 50 tahun yang lalu dari Inggris, namun pil KB untuk pria justru sangat sulit untuk didapat?

Hal ini karena, beberapa penelitian menunjukkan pil KB untuk pria memiliki efek samping menurunkan performa pria di tempat tidur, sehingga dianggap tidak aman untuk dikonsumsi lebih jauh. Namun sebuah penelitian terbaru menunjukkan pil KB untuk pria telah teruji keamanannya untuk manusia.

Kini selain kondom dan vasektomi, seorang pria bisa mengonsumsi pil KB untuk turut serta mencegah kehamilan. Sama seperti halnya Pil KB pada perempuan, maka pil KB untuk pria juga harus dikonsumsi setiap hari untuk hasil maksimal. Diketahui pil ini dirancang untuk menghentikan produksi sperma.

Namun, sayangnya dalam pertemuan Masyarakat Endokri, Endocrine Society 2019 di New Orleans, Amerika Serikat, pil KB untuk pria ini baru tersedia di pasaran sekitar 10 tahun lagi.

Beberapa peneliti sempat mengatakan pil KB ini sangat sulit untuk dipasarkan. Tetapi, sebuah survey membuktikan sejumlah pria mempertimbangkan untuk menggunakan pil KB.

Berikut adalah perkembangan Pil KB pria sebagai alat kontrasepsi juga beberapa produk lainnya yang sempat diuji coba untuk menekan kehamilan.

Pil KB Pria

Sejumlah pria yang subur umumnya sel spermanya secara konstan terbentuk di dalam testis sehingga memicu hormon. Apabila proses tersebut dihentikan sementara tanpa merendahkan kadar hormon, maka dapat menimbulkan efek samping.

Namun pil KB pria ini telah diteliti dan diuji oleh para peneliti dari BioMed di Los Angeles dan Universitas Washington, AS, sehingga kegunaan pil dapat dipastikan meminimalisir efek samping tersebut.

Jika sebelumnya, pil KB pria memiliki efek samping yang cukup mengganggu performa pria di tempat tidur, maka hal tersebut sudah dapat diminimalisir, hingga efek samping yang ditimbulkan juga hanya sedikit dan ringan.

Lima pria yang meminum pil KB ini melaporkan, birahi mereka sedikit menurun setelahnya, sementara dua pria lainnya menyebut mengalami gangguan ereksi ringan. Namun kegiatan sosial mereka tidak menurun dan semua peserta tetap mengkonsumsi pil.

Prof Christina Wang dan sejumlah mitranya merupakan peneliti dibalik keberhasilan tersebut. Namun, Wang yang mengaku senang, masih bersikap hati-hati atas penemuan ini.  

“Hasil penelitian kami menunjukkan pil yang mengkombinasikan dua hormon ini akan menurunkan produksi sperma, tetapi gairah tetap bisa dipertahankan,” katanya, seperti dikutip dari BBC, Senin (8/4/2019).

Walaupun demikian, Wang mengatakan percobaan yang lebih lama diperlukan untuk mengetahui apakah pil KB ini cukup bermanfaat untuk menekan kelahiran.

Gel Penghambat Sperma

Produk kontrasepsi untuk pria ini juga dikembangkan oleh Profesor Wang. Wang meneliti tentang gel yang diusap di punggung dan bahu kemudian mengujinya pada beberapa responden.

Hormon progestin gel yang akan diserap kulit ini bisa menghambat produksi testoteron dalam testis dan juga dapat mengurangi produksi sperma. Pengganti testoteron yang ada dalam gel berfungsi untuk mempertahankan gairah.

Suntik KB untuk Pria

Sementara itu, ilmuwan lain pernah meneliti kontrasepsi dengan suntikan setiap dua bulan yang ditujukan pada pria. Namun, penelitiannya dihentikan setelah beberapa peserta mengeluhkan efek sampingnya bahkan salah satunya ada yang mengaku depresi setelah disuntik KB untuk pria ini.

Vasektomi Tanpa Bedah

Jika umumnya vasektomi dilakukan dengan cara dibedah, maka vasektomi yang satu ini berusaha untuk menghambat laju sperma namun tanpa operasi atau pembedahan. Hal ini dilakukan untuk para pria yang tidak mau menggunakan hormon untuk kontrasepsi.

Proses vasektomi tanpa bedah ini disebut vasalgel dengan bahan polymer yang disuntikkan pada testis, hal ini masih dalam tahaf pengembangan sebagai salah satu kontrasepsi npon hormone.Proses ini masih diuji pada binatang, namun diketahui para peneliti telah mendapatkan sponsor dana untuk mengujinya pada manusia.

Nah, itu dia beberapa produk kontrasepsi yang sedang dikembangkan saat ini. Namun, salah satu professor dari Universitas Edinburgh, Prof. Richard Anderson mengatakan industry farmasi agak lambat dalam merespon kontrasepsi pria ini. Padahal menurutnya, banyak bukti yang menunjukkan, produk-produk ini bisa diterima oleh pria maupun wanita.

Tanpa ada campur tangan industri farmasi, para peneliti terpaksa bergantung pada pendanaan dari badan sosial dan akademis. Hal senada juga dikemukakan oleh Allan Pacey salah seorang profesor andrologi di Universitas Sheffield.

“Kuncinya adalah apabila cukup perusahaan farmasi yang ingin mengangkat produk ini bila uji coba berhasil,” ucap Pacey.

Namun, menurutnya sejauh ini, sangat sedikit perusahaan farmasi yang tertarik untuk memasarkan pil KB pria. Alasannya, kata Pacey lebih pada bisnis bukannya pada sains. Jadi pantas saja kalau kita harus menunggu 10 tahun lagi agar pil KB pria dan kontrasepsi lainnya bisa beredar di pasaran. (Ndu/R7/HR-Online)