Rutilahu Tak Kunjung Cair, Rumah Pemulung di Ciamis Keburu Ambruk

rumah ambruk di Ciamis
Rumah ambruk di Ciamis, tepatnya di Dusun Muktisari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada Senin dini hari, (15/4/2019). Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Rumah ambruk di Ciamis terjadi akibat sudah lapuk di Dusun Muktisari, RT 10 RW 04, Desa Bantarsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Meski sudah masuk dalam pengajuan Rutilahu, namun karena tak kunjung cair, rumah milik Darman (65) tersebut keburu ambruk dan rata dengan tanah. Darman yang sehari-hari berprofesi sebagai pemulung harus kehilangan rumahnya pada Senin dini hari (15/04/2019).

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan HR Online di lapangan, rumah ambruk di Ciamis tersebut terjadi pada pukul 05.00 WIB dini hari tadi. Meski tidak ada korban jiwa, namun seluruh bangunan semi permanen tersebut rata dengan tanah.

“Sekitar jam 2 saya sudah mendengar ada suara suara aneh ‘rereketan’, tidak menyangka jika itu suara bangunan yang akan roboh,” kata Darman.

Menurut Darman, saat kejadian dirinya yang tinggal berdua dengan istrinya tengah terlelap tidur. “Pada jam 5, tiba-tiba bagian dapur ambruk, menyusul ke bagian tengah,” tuturnya.

Seketika Darman bersama istrinya bergegas menyelamatkan diri keluar rumah, beruntung bangunan rumahnya ambruk saat Darman dan istrinya sudah ada di luar rumah. “Setelah saya di luar, seluruh bangunan langsung ambruk dan rata dengan tanah,” katanya.

Kepala Desa Bantarsari H. Adang Sutarman membenarkan kejadian rumah ambruk di Ciamis tersebut. Menurutnya, rumah milik Darman sudah terlalu rapuh sehingga roboh, meskipun tidak ada gempa atau bencana alam lainnya.

“Bangunan rumahnya kan sudah tua, bahkan belakangan ini sudah kita masukan dalam pengajuan Rutilahu, namun sebelum cair Rutilahu, rumahnya malah keburu roboh,” terangnya.

Untuk meringankan beban korban, kata Adang, pihaknya bermusyawarah dengan para tokoh masyarakat. “Rencananya kami akan memberikan bantuan untuk mendirikan kembali rumah korban secara swadaya,” terangnya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun korban yang berprofesi sebagai pemulung itu mengalami kerugian mencapai 25 juta rupiah. Korban kini akan tinggal bersama dengan tetangganya untuk sementara waktu hingga menunggu bantuan tiba. (Suherman/R7/HR-Online)

KOMENTAR ANDA