Geram Uang Sering Hilang, Warga Ciamis ‘Kutuk’ Pemilik Tuyul

spanduk tuyul di Ciamis
Salah satu spanduk tuyul di gapura Desa Karangpari, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Foto: Heri/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com), – Sudah beberapa hari spanduk bertuliskan ‘Tuyul” bertebaran di setiap dusun yang ada di Desa Karangpari, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Keberadaan spanduk tersebut dilatarbelakangi kegeraman warga karena kehilangan uang secara misterius.

Pada spanduk yang ada di salah satu gapura di Desa Karangpari, misalnya tertulis ‘Sing Saha Nu Boga TUYUL di Doakeun Ku Sarerea Sing Kena Ku Azab Alloh.. Amiin’ . Peringatan berbahasa Sunda tersebut dalam bahasa Indonesia berarti ‘Siapa saja yang punya TUYUL didoakan oleh semuanya supaya kena azab Allah..Amiin’.

“Kami memasang spanduk ini alasannya banyak warga yang kehilangan uang secara misterius. Warga sudah resah, tidak ada pembobolan tapi uang selalu hilang, tidak hilang semua, tapi hampir tiap hari dalam satu gepok uang itu mesti hilang seratus atau dua ratus ribu,”  ujar Dodi Suryadi, salah seorang anggota Karang Taruna Desa Karangpari saat ditemui di lokasi, beberapa waktu lalu.

Salah satu spanduk tuyul di Desa Karangpari, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Foto: Heri Herdianto/HR

Menurut Dodi, warga menduga uang yang hilang tersebut dicuri oleh tuyul. Alasannya, tidak ada tanda-tanda terjadi pencurian. “Kalau dicuri sama manusia pasti ada bekasnya, tapi ini tidak ada jejak dibobol misalnya, rata-rata uang yang hilang itu disimpan di lemari yang dikunci rapat, hilangnya juga dicicil, tidak sekaligus diambil,” terang Dodi.

Lanjut Dodi, peristiwa hilangnya uang beberapa warga secara misterius tersebut sudah terjadi cukup lama. Namun, 2 minggu belakangan warga yang kehilangan uang makin banyak dan sering.

“Harapannya dengan dipasangnya spanduk ini, siapapun yang mungkin punya Tuyul agar taubat, jangan sampai merugikan warga, ingat dosa,” ungkap Dodi.

Sementara dari kesaksian warga lainnya diketahui, warga yang kehilangan uang bukan sekali, dua kali, tapi berkali-kali, jumlahnya juga sama, yakni yang hilang pecahan uang Rp. 100 ribu. Serta, dalam satu tumpukan uang, misalnya Rp. 1 juta, yang diambil hanya pecahan Rp. 100 ribu satu lembar, namun besoknya, kembali pecahan uang Rp, 100 ribu hilang.

Salah satu spanduk tuyul di Desa Karangpari, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Foto: Heri Herdianto/HR

Seperti dikatakan Andri Purwanto, ia mengaku kehilangan uang tiga kali. Pria yang kerap dipanggil Oboy ini mengatakan, dirinya kehilangan uang pecahan Rp. 100 ribu.

“Bukan hanya sekali, kalau sekali dianggapnya kan mungkin jatuh, atau lupa sudah terpakai, tetapi ketika esok harinya hilang lagi, terus besoknya lagi uang ada yang hilang lagi, kan aneh, dan bukan cuma saya yang hilang uang seperti itu,” terang Oboy.

Oboy menambahkan ia sengaja menyimpan uang tersebut untuk biaya persalinan istrinya yang kini sedang mengandung anak keduanya. “Makanya menyesalkan sekali, hilang uang seperti itu, sengaja nyimpan uang kan untuk biaya melahirkan istri,” ungkapnya.

Oboy berharap dengan dipasangnya spanduk tuyul di Ciamis ini, jika memang hilangnya uang secara misterius tersebut gara-gara tuyul, maka pemiliknya agar bertaubat karena sudah merugikan banyak orang.

“Jika dugaan kami ini benar, memang ada yang punya tuyul di sini, segeralah tobat. Jangan sampai makin resah, kami inginnya keamanan agar kondusif,” pungkasnya. (Her2/R7/HR-Online)