Tingkatkan Penghasilan Pengrajin, Direksi SBI akan Bentuk Asosiasi Bambu di Banjar

Sejumlah pengrajin bambu foto bersama dengan Direksi Sahabat Bambu Indonesia, Indra Setiadarma, usai kegiatan Penataan Kelembagaan Usaha Sejenis Komoditas Bambu, di Aula Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Banjar, Senin (22/04/2019). Photo : Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sahabat Bambu Indonesia (SBI) rencananya akan membentuk asosiasi bambu di Banjar. Hal itu diungkapkan Direksi Sahabat Bambu Indonesia, Indra Setiadarma, dalam kegiatan penataan kelembagaan usaha sejenis (komunitas bambu) Tahun Anggaran 2019, di Aula Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Banjar, Senin (22/04/2019), dan dihadiri oleh para pengrajin bambu se-Kota Banjar.

Indra Setiadarma, mengatakan, kedatangannya ke Kota Banjar adalah dalam rangka memenuhi undangan dari DKUKMP Kota Banjar, untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Penataan Kelembagaan Usaha Sejenis Komoditas Bambu.

“Potensi bambu di Kota Banjar cukup lumayan melimpah. Selain menjadi narasumber, tujuan saya datang ke sini juga rencana ke depan untuk membuat Asosiasi Bambu di Kota Banjar dengan pelaku Industri Kecil Menengah, atau pengrajin bambu se-Kota Banjar. Harapannya, dengan adanya asosiasi bambu, nantinya bisa mengkoordinir pengrajin bambu dalam hal legal aspek dan penghasilan dari pemasaran produk berbahan dasar bambu,” terang Indra.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Industri dan Pemberdayaan Industri DKUKMP Kota Banjar, Yadi Suryadi Praja, menjelaskan, kegiatan yang digelar pihaknya ini merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja. Selain itu, juga dapat memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat.

“Jika sudah terbentuk asosiasi, maka ke depan bisa berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta berperan mewujudkan stabilitas nasional, khususnya kepada komunitas bambu,” katanya.

Menurut Yadi, untuk di Kota Banjar memang masih mengalami hambatan-hambatan dalam perkembangannya, seperti kesulitan dalam hal permodalan, produktifitas usaha dan pemasaran. Untuk itu, pihaknya berharap jika sudah dibentuk asosiasi, ke depannya dapat  terbentuk pula SDM pengelola atau pengrajin bambu di Kota Banjar. Sehingga bisa meningkatkan kinerja dalam pengelolaan bambu itu sendiri.

Sementara itu, Panio, salah satu pengrajin bambu di Kota Banjar, sekaligus peserta dalam kegiatan tersebut, mengaku dirinya menyambut baik jika di Banjar akan dibentuk sebuah asosiasi Sahabat Bambu.

Menurutnya, bila sudah dibentuk asosiasi, maka itu akan memacu semangat para pengrajin bambu, sekaligus dapat membantu para pengelola (pengrajin) bambu dari berbagai aspek. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA