Tidak Dipungut Biaya, Yayasan Maung Bodas Ciamis Sudah Tangani 9 Caleg Stres

Padepokan Yayasan Maung Bodas di Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sudah menangani 9 caleg stres atau depresi pasca seminggu pelaksanaan Pemilu. Foto: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-Pengelola Padepokan Yayasan Maung Bodas di Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengaku sudah menangani 9 orang calon anggota legislatif (caleg) yang mengalami depresi pasca seminggu pelaksanaan Pemilu. Yayasan yang bergerak di bidang sosial ini membuka program penanganan serta pengobatan Caleg stres dan depresi dengan tidak dipungut biaya atau gratis.

Pembina Yayasan Maung Bodas, Ujang Ano Lodaya, saat ditemui Rabu (24/04/2019), mengatakan, meski KPU belum menetapkan hasil perolehan suara Pemilu 2019, namun sebagian Caleg sudah mengetahui nasibnya di perhelatan Pemilihan Anggota Legislatif. Menurutnya, bagi Caleg yang sudah mengeluarkan modal cukup besar, tetapi perolehan suaranya sedikit dan kalah, tak jarang yang mengalami tekanan mental hingga berujung depresi.

“Dalam seminggu pasca Pemilu sudah ada 9 Caleg yang datang ke sini. Mereka datang dari wilayah Ciamis, Banjar, Kuningan, Cilacap hingga Bogor. Namun tidak tepat kalau mereka disebut caleg stres. Mereka hanya depresi saja, akibat belum menerima kenyataan kalah,” ujarnya.

Namun begitu, lanjut Ano, caleg yang mengalami depresi semuanya bisa ditangani hanya dalam beberapa jam dan paling lama sehari satu malam. Mereka pun sudah kembali bersemangat dan menerima kekalahan dengan lapang dada.

“Caleg yang mengalami depresi rata-rata penyebabnya habis modal atau dililit hutang untuk biaya kampanye, tetapi mereka kalah dengan perolehan suara yang sangat tidak memuaskan. Akibatnya, mereka hilang kepercayaan diri dan jatuh mentalnya,” ujarnya.

Pembina Yayasan Maung Bodas, Ujang Ano Lodaya. Foto: Heri Herdianto/HR

Ano menambahkan untuk membantu para Caleg tersebut pihaknya menawarkan bantuan melalui program rehabilitasi mental dan pemulihan ekonomi berjenjang, melalui kerjasama dalam manajemen bisnis Maung Bodas. Sementara untuk penanganan penyembuhan mental para Caleg stres dilakukan melalui metode khusus, diantaranya relaksasi, refleksi, rukiyah, dzikir dan doa.

“Setelah dilakukan penanganan, Alhamdulilah mereka kini kembali bersamangat. Kami selalu tegaskan kepada mereka bahwa dalam menjalani hidup harus menatap masa depan. Sebab, seburuk apapun masa lalu, hari esok masih suci tak ternoda. Semangat itu yang terus ditanamkan pada mereka,” ujarnya.

Ano menegaskan, pihaknya sangat terbuka kepada siapapun yang membutuhkan pertolongan. Tidak hanya Caleg, tetapi masyarakat umum pun sudah banyak yang dibantu. “Kami bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Jadi, siapapun yang meminta pertolongan kepada kami, tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk identitas mereka pun kami jaga kerahasiaannya,” ungkapnya.

Menurut Ano, sejak berdiri tahun 2008 lalu, Maung Bodas berkomitmen menangani orang dengan gangguan kejiwaan dan narkoba. Namun, hal itu dilakukan dengan niat membantu dan tidak ada biaya yang dibebankan kepada setiap pasien.”Niat dan tujuan kami hanya membantu atas nama kemanusiaan. Kalau membantu berarti tidak usah bayar,” imbuhnya.

Sementara itu, sepakterjang Yayasan Maung Bodas patut diacungi jempol. Tak hanya bergerak di bidang sosial semata, tetapi yayasan ini pun memberdayakan mantan preman atau orang-orang termarjinalkan dengan diberi berbagai keterampilan. Selain itu, yayasan ini pun konsen dalam penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Ciamis.

Yayasan Maung Bodas berkecimpung di bidang sosial berawal dari keprihatinan terhadap orang-orang yang dianggap sampah masyarakat, namun masih sedikit pihak yang membantu. Berangkat dari kondisi itu, kemudian Ano sebagai pendiri Maung Bodas tergugah untuk mewadahi dan memberdayakan orang-orang yang dianggap sebelah mata tersebut. Orang-orang itu kemudian ditampung untuk dibina guna diberi kesempatan menjadi lebih baik. (Her2/R2/HR-Online)